Misteri Lubang Hitam Monster Alam Semesta Purba Terkuak, Ternyata Tak Sebesar Perkiraan
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Penelitian terbaru yang dipublikasikan di jurnal Astronomy & Astrophysics (Juni 2026) menyelesaikan salah satu teka-teki besar astronomi: keberadaan lubang hitam supermasiv di awal alam semesta yang tampaknya terlalu besar. Selama empat tahun, Teleskop Luar Angkasa James Webb (JWST) mendeteksi lubang hitam purba dengan massa ratusan juta kali massa Matahari saat alam semesta belum genap 1 miliar tahun, yang bertentangan dengan teori pertumbuhan konstan. Namun, temuan ini menunjukkan bahwa massa sebenarnya jauh lebih kecil — diperkirakan antara satu hingga sepuluh juta massa Matahari — karena faktor sudut pandang pengamangan. Ketua tim, Alessandro Trinca dari Observatorium Astronomi INAF Roma, menjelaskan bahwa objek ini masih dianggap raksasa, namun ukurannya sesuai dengan galaksi kerdil yang menaungjinya.
Kunci penyelesaian misteri ini terletak pada ketiadaan pancaran sinar-X yang diharapkan. Lubang hitam yang aktif melahap materi seharusnya memancarkan sinar-X terang, namun Observatorium Sinar-X Chandra justru gagal mendeteksinya pada 14 lubang hitam purba yang diamati. Para ilmuwan menyimpulkan bahwa hal ini disebabkan oleh fase akresi super-Eddington — yakni tingkat makan yang sangat cepat — yang membentuk piringan tebali di sekeliling lubang hitam. Piringan ini menangkap dan memancarkan kembali sinar-X ke bagian dalam, membuat lubang hitam terlihat lebih redup dari luar. Fenomena ini mengindikasikan bahwa lubang hitam purba tidak tumbuh secara perlahan selama ratusan juta tahun, melainkan mengalami fase pertumbuhan massa yang sangat agresif dalam waktu singkat.
Bagikan
Berita terkait
Ilmuwan Temukan 3 Lubang Hitam Supermasif Berada di Ambang Tabrakan
Media Indonesia · 19 Agustus 2026 pukul 11.15
Teleskop James Webb Temukan Air di Dekat Lubang Hitam Pusat Bima Sakti
Media Indonesia · 15 Agustus 2026 pukul 13.29
Misteri Semburan Cahaya Lubang Hitam Terkuak, Rotasi Bintang Jadi Kuncinya
Media Indonesia · 3 September 2026 pukul 10.25
Bintang Tercepat di Bima Sakti Terdeteksi, Kecepatan 25 Ribu Km/Detik
CNN Indonesia · 24 Agustus 2026 pukul 07.50