Imbal Hasil Surat Utang RI Naik Imbas Konflik, Purbaya Buka Suara!
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan imbal hasil (yield) surat berharga negara (SBN) acuan tenor 10 tahun naik 31 basis poin (bps) secara kuartalan pada akhir kuartal II-2026, menjadi 7,14%. Kenaikan ini dipicu eskalasi konflik Timur Tengah yang mendorong harga minyak dunia naik dan memicu kekhawatiran inflasi global, sehingga investor global melakukan risk off di pasar SBN.
Meski investor global kalut, investor domestik justru ramai membeli SBN. Total net buy domestik mencapai Rp32,09 triliun pada kuartal II-2026, dan Rp6,99 triliun secara year to date. Sementara investor asing mencatat net buy Rp6,36 triliun sejak awal Juli 2026, sehingga total aliran modal asing tahun berjalan menjadi Rp13,35 triliun.
Per 30 Juli 2026, yield SBN tenor 10 tahun naik 15 bps month to date dan 122 bps year to date ke level 7,29%, di tengah ketidakpastian global akibat konflik AS-Iran pasca gencatan senjata dan kenaikan harga minyak. Kenaikan yield juga dialami negara berkembang lain, seperti Turki 524 bps, Filipina 148 bps, Brazil 106 bps, Korea Selatan 92 bps, Polandia 59 bps, dan Afrika Selatan 55 bps.
Bagikan
Berita terkait
Ekonom: "Market-clearing yield" jadi ujian koordinasi fiskal-moneter
ANTARA News · 25 September 2026 pukul 13.43
Purbaya Ungkap Modal Asing Masuk Rp141,6 T hingga September
CNN Indonesia · 14 September 2026 pukul 15.25
Purbaya Beri Bukti Asing Serbu RI, Nilainya Tembus Ratusan Triliun
CNBC Indonesia · 14 September 2026 pukul 11.27
Video: Investor Ramai-ramai Buang US Treasury, Apa Efeknya ke Rupiah?
CNBC Indonesia · 12 September 2026 pukul 14.00