Imbas Perang, Arab Saudi Batalkan Pengiriman Minyak ke Kilang-kilang Eropa
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Arab Saudi membatalkan pengiriman minyak mentah ke sejumlah kilang di Eropa untuk bulan Oktober. Keputusan ini diambil melalui status force majeure akibat dampak perang di Timur Tengah yang mengganggu pasar energi global. Situasi serupa juga terjadi pada Qatar yang memperpanjang status force majeure pengiriman gas alam cair hingga awal November karena blokade maritim di Selat Hormuz.
Arab Saudi sebelumnya mengandalkan Pipa Timur-Barat untuk menghindari konflik di Selat Hormuz, dengan kapasitas ekspor sekitar empat juta barel per hari (bpd). Namun, pipa strategis tersebut lumpuh setelah serangan pesawat nirawak yang diduga berasal dari milisi pro-Iran di Irak, sehingga mengganggu distribusi minyak kerajaan tersebut.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Warta Ekonomi · 18 September 2026 pukul 09.50
Arab Saudi Beli 48 Jet F-35 dari AS, Keseimbangan Militer Timur Tengah Terancam Berubah Total!
CNN Indonesia · 18 September 2026 pukul 09.17
Harga Minyak Dunia Mulai Mencair dari Level US$100 per Barel
Media Indonesia · 17 September 2026 pukul 20.58
Bahlil: Pasokan Minyak Mentah Nasional Aman, Termasuk dari Rusia
Berita terkait
Jalur Pipa Saudi Ditutup, Harga Minyak Dunia Tembus US$107
CNBC Indonesia · 14 September 2026 pukul 06.45
Mimpi Buruk Arab Saudi, Putra Mahkota Sampai Mohon-Mohon ke Trump
CNBC Indonesia · 13 September 2026 pukul 06.00
Harga Minyak Turun ke US$104 usai Saudi Buka Keran Pasokan via Oman
CNN Indonesia · 17 September 2026 pukul 10.32
Pasokan Minyak Arab Saudi Bertambah, Harga Minyak Dunia Menurun
JawaPos · 17 September 2026 pukul 08.00