Incar 1.800 Ton Emas di Bawah Bantal, Airlangga Dorong Integrasi Ekosistem Bullion Bank
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mendorong penguatan ekosistem bullion bank di Indonesia untuk memaksimalkan cadangan emas nasional dan meningkatkan nilai tambah sektor pertambangan. Dalam peresmian Indonesian Bullion Market Association (IBMA), Airlangga menyatakan bahwa potensi emas fisik masyarakat di luar sistem perbankan mencapai 1.800 ton, dengan nilai sekitar 252 miliar dolar AS. Saat ini, hanya sebagian kecil dari cadangan emas tersebut yang telah terkelola oleh lembaga keuangan, seperti PT Pegadaian yang mengelola 153 ton (setara 20 miliar dolar) dan BSI yang mengelola 20 ton.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNBC Indonesia · 20 Agustus 2026 pukul 11.45
1.800 Ton Emas Warga RI di Bawah Bantal, Lampaui Stok BI-India
CNBC Indonesia · 20 Agustus 2026 pukul 09.59
Wow! Pemerintah RI Temukan 1.800 Ton Emas di Bawah Bantal
Berita terkait
Ini Kekuatan dan Kekayaan Ekosistem Emas RI
CNBC Indonesia · 13 Agustus 2026 pukul 14.20
Harga Naik, Investasi Emas Lebih Tinggi Dibanding Pembelian Perhiasan
CNBC Indonesia · 13 Agustus 2026 pukul 09.04
Siapkan 3 Program Kerja Utama, IBMA Optimistis Perkuat Ekosistem Bullion Nasional
JawaPos · 20 Agustus 2026 pukul 12.30
Ada BSI, Pegadaian, Hingga Amman, Asosiasi Bank Emas Nasional Dibentuk
CNBC Indonesia · 20 Agustus 2026 pukul 11.55