Jakarta · Rabu, 9 September 2026Cari
WargaKonoha

Indef Dorong DTSEN Jadi Basis Data Dinamis untuk Bansos Tepat Sasaran

Indef mendorong agar Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) dikembangkan sebagai basis data dinamis untuk meningkatkan akurasi, pemutakhiran, dan integrasi data guna mengurangi kesalahan inklusi dan eksklusi dalam penyaluran bantuan sosial (bansos). Menurut Kepala Pusat Makroekonomi Indef, M Rizal Taufikurahman, DTSEN harus didukung oleh mekanisme verifikasi dan koreksi yang dimulai dari tingkat desa atau kelurahan, dengan standar yang jelas, jejak audit, dan pengawasan yang kuat agar data tetap kredibel. Integrasi NIK dan data administratif dianggap penting namun tidak cukup untuk mencerminkan kemampuan ekonomi aktual rumah tangga.

Badan Pusat Statistik (BPS) menegaskan bahwa DTSEN yang berisi informasi desil kesejahteraan keluarga bersifat dinamis. Kepala BPS RI, Amalia Adininggar Widyasanti, mengakui adanya keluhan masyarakat terkait status desil yang tidak sesuai dengan kondisi ekonomi terkini. BPS membuka jalur bagi masyarakat untuk melakukan koreksi secara transparan, karena kondisi sosial dan ekonomi masyarakat dapat berubah sewaktu-waktu. Dengan data yang terus diperbaiki, diharapkan penyaluran bansos dan subsidi dapat lebih tepat sasaran, sehingga anggaran pemerintah lebih efisien dan kelompok rentan tidak terlewat.

Sementara itu, Presiden memerintahkan alokasi anggaran mitigasi bencana ditambah signifikan. Di sisi lain, Direktur Eksekutif Indef Esther Sri Astuti menekankan pentingnya integrasi energi bersih dengan kawasan industri untuk mendukung target pertumbuhan ekonomi 8%. Peneliti Indef Fadhila Maulida mendorong moratorium penambahan SPPG baru dalam program Makan Bergizi Gratis guna memperbaiki tata kelola keamanan pangan. BPS juga mengusulkan tambahan anggaran 2027 sebesar Rp1,47 triliun untuk mendukung Survei Ekonomi Terintegrasi dan perbaikan infrastruktur kantor di daerah.

Berita terkait