Jakarta · Sabtu, 5 September 2026Cari
WargaKonoha

Mensos Tegaskan Perubahan Desil Tidak Otomatis Coret Penerima Bansos

Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menegaskan bahwa perubahan peringkat kesejahteraan (desil) di Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) tidak otomatis mengakibatkan penerima bantuan sosial (bansos) langsung dicoret. DTSEN merupakan konsolidasi data dari berbagai sumber yang distandardisasi dan dikelola oleh Badan Pusat Statistik (BPS) sesuai Instruksi Presiden Nomor 4 Tahun 2025. Gus Ipul menjelaskan bahwa data sosial bersifat dinamis dan terus dimutakhirkan untuk memastikan bantuan tepat sasaran, sehingga perubahan desil bisa terjadi karena perubahan kondisi sosial ekonomi masyarakat.

Pemutakhiran DTSEN dilakukan melalui berbagai saluran, termasuk Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial Nasional Generasi (SIKS-NG), Cek Bansos, ground check, call center, WhatsApp Lapor Bansos, Cek DTSEN, dan platform Perlindungan Sosial (Perlinsos). Masyarakat dapat mengajukan koreksi atau usulan melalui saluran ini, yang kemudian diproses oleh Kementerian Sosial dan divalidasi oleh BPS. Ground check dilakukan oleh petugas lapangan seperti pendamping Program Keluarga Harapan (PKH), petugas BPS, dan pemerintah daerah untuk memastikan keakuratan data.

Penetapan penerima bansos dilakukan setiap tiga bulan berdasarkan hasil pemutakhiran. Gus Ipul menegaskan bahwa meskipun ada desil yang kurang tepat, penerima bansos tidak langsung dicoret karena masih tersedia masa sanggah dan pemutakhiran. Digitalisasi bansos juga sedang dikembangkan agar proses pengajuan dan penetapan penerima menjadi lebih transparan. Sistem ini telah diuji coba di Banyuwangi dan diperluas ke 42 kabupaten/kota, dengan harapan dapat disempurnakan sebelum penerapan yang lebih luas.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait