Indonesia Beri Jawaban atas Tudingan PM Solomon soal Pelanggaran HAM di Papua
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Perwakilan Tetap Republik Indonesia (PTRI) di New York memberikan respons atas tudingan Perdana Menteri Kepulauan Solomon, Matthew Wale, tentang pelanggaran HAM di Papua. Dalam debat Sidang Majelis Umum PBB ke-81, Nona Gae Luna menegaskan bahwa Indonesia telah menjabat sebagai Presiden Badan HAM PBB (UNHRC) enam kali, mencerminkan kepercayaan internasional tinggi. Ia menjelaskan bahwa kehadiran Komisi Tinggi PBB di Papua harus disepakati antara negara tuan rumah dan komisi, bukan oleh pihak ketiga. Sebelum tudingan PM Wale, tiga ASN dan satu sopir tewas dalam insiden KKB di Papua. Indonesia menekankan bahwa penyerangan terhadap warga sipil dan ASN merupakan tindakan kriminal, sekaligus kewajiban negara untuk melindungi semua warganya. PTRI juga mempertanyakan niatan tudingan yang menyoroti korban sipil dari versi tertentu, menyatakan bahwa pembahasan HAM harus objetif dan tidak boleh digunakan untuk membenarkan kekerasan atau mendukung separatisme. Kepulauan Solomon berbatasan dengan Papua Nugini dan Vanuatu di Samudra Pasifik Selatan.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 29 September 2026 pukul 11.57
Vanuatu Bawa-bawa Papua di Sidang PBB, RI Tegaskan Lindungi Warga Sipil
ANTARA News · 29 September 2026 pukul 10.32
Indonesia tolak tudingan dugaan pelanggaran HAM sistematis di Papua
JPNN.com · 27 September 2026 pukul 17.01
Komisi I DPR Tolak Narasi Bias PM Kepulauan Solomon Terkait Papua di Forum PBB
Berita terkait
Filep Wamafma Dorong Mekanisme Nasional untuk Penyelesaian Konflik Papua
SINDOnews · 27 September 2026 pukul 10.46
Komisi I DPR Kecam Keras Pidato PM Solomon tentang Papua di Sidang Umum PBB
SINDOnews · 26 September 2026 pukul 17.21
Kontak Senjata di Papua Tengah, TNI Sebut 4 Anggota OPM Tewas
CNN Indonesia · 25 September 2026 pukul 20.07
TNI Tembak Mati 4 Anggota OPM, Sita Senapan Serbu hingga Bendera Bintang Kejora
kumparan · 25 September 2026 pukul 17.46