Indonesia Buka Peluang Investasi Baru Berskala Global Lewat Ambisi Surya 100 GWp
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Indonesia meluncurkan program listrik surya nasional 100 GWp untuk mengubah sumber daya surya menjadi peluang investasi energi bersih berskala global. Program yang diluncurkan Presiden Prabowo Subianto pada Agustus 2026 dimulai dengan 14 proyek surya berkapasitas total 5,3 GWp yang ditargetkan selesai dalam tiga tahun. Dalam Indonesia Solar Investment Forum 2026 di New York, Deputi Direktur IIPC New York Yoga Adhi Pratama menekankan pentingnya menyajikan ambisi nasional ini sebagai proyek yang mudah dinilai oleh investor internasional dengan profil risiko dan skema komersial yang jelas.
Ketua Umum Asosiasi Energi Surya Indonesia (AESI) Mada Ayu Habsari menjelaskan bahwa pencapaian target 100 GWp membutuhkan pendekatan baru dalam perencanaan infrastruktur. Strategi ini menggunakan pendekatan portofolio yang mencakup proyek skala besar di atas tanah, panel surya terapung di waduk, instalasi atap komersial, hingga sistem kelistrikan pedesaan. Mada menambahkan bahwa sistem pelaksanaan dirancang ulang dengan beralih ke platform tagihan tunggal melalui PLN dan membuka akses untuk gedung pemerintah serta pengguna rumah tangga untuk menghilangkan hambatan pasar.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNBC Indonesia · 25 September 2026 pukul 08.35
Perkuat Sektor Mineral, Danantara Dorong Kerjasama MIND ID-CITIC Group
CNBC Indonesia · 24 September 2026 pukul 21.30
Ini Fungsi Penting Ada Balai Pengelolaan Dana Pengembangan Jalan Tol
SINDOnews · 24 September 2026 pukul 18.43
Mengenal Saham CDIA, Profil dan Bisnisnya Sebelum Berinvestasi
CNBC Indonesia · 24 September 2026 pukul 12.00
Video: 6 Jurus Mentawai Saingi Hawaii Jadi Pusat Surfing Dunia
Berita terkait
Airlangga Bocorkan Investasi Rp80,55 T Nvidia di Batam
CNBC Indonesia · 24 September 2026 pukul 10.43
Suahasil Nazara Sebut APBN Bekerja Bak Titik Akupuntur
Liputan6.com · 23 September 2026 pukul 17.05
Bahlil Ajak Investor Bangun Data Center di RI: Pulau Kami Banyak
CNN Indonesia · 22 September 2026 pukul 21.00
Bahlil Tawarkan Lahan dan Energi RI untuk Data Center: 'Pulau Kami Masih Terlalu Banyak'
Warta Ekonomi · 22 September 2026 pukul 19.11