Indonesia Harus Perkuat Kerja Sama Internasional Atasi Online Scam
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Perkembangan ekonomi digital membuat penipuan daring (online scam) menjadi tantangan baru yang dihadapi Indonesia dan kawasan Asia Tenggara. Dalam beberapa tahun terakhir, berbagai kasus penipuan daring yang berhasil diungkap oleh aparat penegak hukung Indonesia menunjukkan aktivitas penipuan semakin luas dengan keterlibatan pelaku dari berbagai negara dan wilayah. Para pengamat menilai penipuan daring saat ini bukan lagi sekadar persoapan kriminalitas domestik, melainkan telah berkembang menjadi aktivitas kejahatan terorganisir lintas negara yang melibatkan berbagai tahapan dan jaringan.
Untuk menghadapi tantangan tersebut, Indonesia perlu memperkuat kapasitas penegakan hukum di dalam negeri sekaligus memperdalam kerja sama dengan negara-negara ASEAN maupun mitra lainnya di kawasan Asia. Modus penipuan daring terus berkembang, mulai dari penipuan melalui telepon, phishing, investasi palsu, love scam, penipuan aset digital, hingga penggunaan kecerdasan buatan (AI) untuk melakukan kejahatan. Berbeda dengan kejahatan konvensional, kelompok penipuan daring tidak lagi terbatas oleh batas geografis suatu negara.
Jaringan kriminal dapat membagi berbagai tahapan operasinya di beberapa negara yang berbeda. Sebagian kelompok kriminal melakukan perekrutan lintas negara dengan memanfaatkan kemampuan bahasa, keterampilan teknologi, maupun jaringan sosial dari individu yang berasal dari berbagai negara untuk menjalankan aktivitas ilegal.
Bagikan
Berita terkait
President University Resmi Jadi Pusat Studi ASEAN ke-70 di Indonesia
JPNN.com · 1 September 2026 pukul 16.30
Prabowo Ungkap Peran Thailand Pulangkan Hampir 1.000 WNI Korban Scam
Liputan6.com · 4 Agustus 2026 pukul 06.24
Menkomdigi Tindak Tegas Ribuan Iklan Loker Fiktif ke Luar Negeri
JPNN.com · 7 September 2026 pukul 20.54
Waspada, Komdigi Blokir Nyaris 8.000 Iklan Loker Luar Negeri Fiktif
JawaPos · 7 September 2026 pukul 19.47