Prabowo Ungkap Peran Thailand Pulangkan Hampir 1.000 WNI Korban Scam
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9314819/original/088248900_1785799451-IMG-20260803-WA0233.jpg)
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Thailand atas bantuannya memfasilitasi pemulangan hampir 1.000 warga negara Indonesia yang menjadi korban kejahatan penipuan daring (online scam). Hal ini disampaikan setelah pertemuan bilateral dengan Perdana Menteri Thailand Anutin Charnvirakul di Istana Merdeka, Jakarta. Prabowo menekankan bahwa online scam merupakan kejahatan transnasional yang perlu diberantas oleh kedua negara.
Indonesia dan Thailand sepakat untuk memperkuat kerja sama dalam penanganan online scam, termasuk pertukaran informasi dan intelijen, investigasi bersama, pelacakan aliran keuangan, serta peningkatan koordinasi antaraparat penegak hukum. Kedua negara juga mendukung pengembangan kerangka kerja Transnational Referral Mechanism (TRM) dan optimasi mekanisme seperti Indonesia-Thailand High Level Committee dan Security Dialogue untuk pemberantasan kejahatan transnasional.
Perdana Menteri Anutin menyampaikan bahwa pemulangan sekitar 1.000 WNI telah dilakukan sejak tahun lalu saat otoritas Thailand menyelamatkan mereka dari pusat online scam di wilayah perbatasan. Ia mengajak Indonesia untuk mempererat kolaborasi dalam menangani online scam, perdagangan orang, dan perdagangan narkotika, serta mendorong kerja sama yang kokoh di ASEAN.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 4 Agustus 2026 pukul 00.30
PM Thailand Ungkap 500 WNI Korban Online Scam Masih Proses Pemulangan
Berita terkait
Rencana ASEAN Hadapi Ancaman Meningkatnya Penipuan Siber
Detik.com · 11 Agustus 2026 pukul 18.29
Sjafrie Beberkan Rencana Baru Kerja Sama dengan Thailand
Liputan6.com · 4 Agustus 2026 pukul 15.16
Video: Gali Potensi Mineral Kritis dan EBT, RI Incar Investor Teknologi
CNBC Indonesia · 16 Agustus 2026 pukul 17.00
Jepang buka peluang kerja sama baru dengan RI dalam tiga bidang
ANTARA News · 14 Agustus 2026 pukul 18.02