Indonesia-Kamboja Jajaki Kerja Sama di Bidang Pendayagunaan Aparatur Negara
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Indonesia dan Kamboja membuka peluang kerja sama di bidang pendayagunaan aparatur negara untuk memperkuat hubungan bilateral 67 tahun. Pertemuan bilateral di Kementerian PANRB, 28 Juli 2026, dipimpin Menteri Rini Widyantini dan Deputy Prime Minister Kamboja HE Hun Many. Kedua pihak sepakat mengeksplorasi kolaborasi tata kelola publik, reformasi birokrasi, dan pendayagunaan aparatur.
Menteri Rini memaparkan transformasi pelayanan publik Indonesia: 313 Mal Pelayanan Publik (MPP), layanan omnikanal, serta delapan strategi prioritas mendukung aksesi OECD. Kerja sama berpotensi pada transformasi digital, pengembangan SDM, kelembagaan, dan kualitas pelayanan melalui pertukaran pegawai, berbagi praktik terbaik, pengembangan kapasitas bersama, riset dan pelatihan. Keduanya menandatangani Joint Statement komitmen kolaborasi strategis di reformasi birokrasi, manajemen kinerja, SDM, pelayanan publik, dan transformasi digital pemerintahan.
HE Hun Many menjelaskan reformasi Kamboja via Strategi Pentagon: peningkatan kinerja instansi, standar rekrutmen, pemanfaatan teknologi registrasi. Beliau mengusulkan pertukaran praktik terbaik pelayanan publik (pendidikan, kesehatan), riset administrasi publik, serta program pembelajaran evaluasi aparatur. Kedua negara berharap kolaborasi memberikan manfaat jangka panjang.
Bagikan
Berita terkait
GovTech untuk Indonesia Emas 2045: Saatnya MenPANRB Menjadi COO Bangsa
Warta Ekonomi · 9 September 2026 pukul 17.05
2 Tahun Pimpin BPOM, Taruna Ikrar Perkuat SDM dan Transformasi Digital
SINDOnews · 18 Agustus 2026 pukul 19.52
OJK Catat Kredit Bank Tumbuh 13,65%, DPK Naik 10,94%
Detik.com · 2 Oktober 2026 pukul 17.41
Kian Pentingnya AI Agent di Dunia Bisnis, Mengubah Cara Kerja Perusahaan
SINDOnews · 2 Oktober 2026 pukul 17.00