Industri Kendaraan Listrik China Terganjal Tarif Baterai Lithium-ion
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pemerintah Tiongkok mencabut kebijakan pembebasan pajak baterai lithium-ion yang berlaku selama 11 tahun, sehingga tarif cukai kembali dikenakan mulai 1 September. Tarif sementara diturunkan dari 4% ke 2%, namun diperkirakan akan kembali ke 4% setahun kemudian. Kebijakan ini memicu perdebatan antara produsen baterai dan produsen kendaraan listrik (EV) di Tiongkok.
Produsen baterai, termasuk EVE Energy sebagai produsen baterai terbesar kelima di dunia, mengumumkan penambahan pajak sebesar 2% untuk pesanan domestik. Mereka ingin membebankan biaya ini kepada pelanggan. Namun, produsen EV menolak kenaikan harga penuh karena keuntungan mereka sudah tertekan akibat melemahnya permintaan domestik dan berkurangnya kebijakan dukungan pemerintah.
Para produsen EV meminta produsen baterai untuk berbagi sebagian biaya tambahan tersebut. Meningkatkan biaya produksi sebesar 2% berpotensi mengurangi margin keuntungan kedua belah pihak, sementara kenaikan harga jual dapat membuat produk EV kurang kompetitif di pasar yang sudah sangat kompetitif. Negosiasi ini mencerminkan tekanan biaya yang semakin ketat dalam rantai pasokan kendaraan listrik di Tiongkok.
Bagikan
Berita terkait
Komitmen Wuling Membangun Industri EV yang Membumi Berbuah Manis
JPNN.com · 19 September 2026 pukul 06.54
AEML Ungkap Tantangan Pengembangan EV di RI
CNBC Indonesia · 16 September 2026 pukul 15.29
Persaingan EV Kompetitif, RI Perlu Lakukan Ini Agar Tidak Ketinggalan
CNBC Indonesia · 16 September 2026 pukul 15.09
DBS Andalkan Jaringan 19 Negara Genjot Bisnis Otomotif Indonesia
CNBC Indonesia · 16 September 2026 pukul 14.55