Inflasi Bayangi Pertumbuhan EKonomi di Akhir 2026
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Chief Economist PT Bank Mandiri, Andry Asmoro, memperkirakan perekonomian Indonesia menghadapi tantangan pada akhir 2026 akibat tekanan inflasi. Menurutnya, musim kemarau panjang yang berlangsung lama, termasuk dampak El Nino pada September dan Oktober, berisiko menyebabkan lonjakan harga pangan. Kenaikan harga ini diperkirakan akan mempengaruhi daya beli masyarakat, khususnya untuk kebutuhan sehari-hari. Asmoro menekankan pentingnya mengendalikan biaya hidup agar daya beli tetap terjaga.
Pada kuartal 3, tidak ada momentum besar seperti di kuartal 2 yang didorong oleh peristiwa geopolitik. Akibatnya, pertumbuhan ekonomi diperkirakan tidak akan signifikan. Namun, pada kuartal 4, pemulihan diperkirakan terjadi mendukung oleh momentum Natal dan Tahun Baru. Kuartal 1 2027 diperkirakan akan tetap kuat berkat bulan puasa dan lebaran.
Asmoro berharap pertumbuhan ekonomi kuartal 3 sejalan dengan kuartal 2, sementara kuartal 4 diproyeksikan lebih tinggi. Dengan asumsi ini, pertumbuhan ekonomi Indonesia untuk keseluruhan tahun 2026 diperkirakan mencapai rata-rata di atas 5,3%.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 14 Agustus 2026 pukul 15.38
Prabowo Sebut Ekonomi RI Semester I 5,45% Tertinggi dalam 13 Tahun
kumparan · 14 Agustus 2026 pukul 12.00
Membaca Deflasi, Menakar Respons BI
Berita terkait
Membaca Arti Deflasi Juli 2026: Pasokan Melimpah atau Daya Beli Lesu?
CNN Indonesia · 4 Agustus 2026 pukul 08.10
Rupiah Dibuka Melemah, Dolar AS Naik ke Rp17.875
CNBC Indonesia · 14 Agustus 2026 pukul 09.03
Ekonom Mandiri Ramal Ekonomi RI Kuartal III Tetap di Atas 5%
CNBC Indonesia · 13 Agustus 2026 pukul 19.30
Ekonomi RI Diproyeksikan Masih Tumbuh di Atas 5% Pada Kuartal III-2026
CNBC Indonesia · 13 Agustus 2026 pukul 11.27