Ini Biang Kerok Kenaikan Harga Beras
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pengamat pertanian Khudori menilai beras fortifikasi bukan biang kerok kenaikan harga beras yang terjadi sepanjang 2026. Ia menjelaskan bahwa beras yang diperkaya vitamin dan mineral ini memiliki volume edar sangat terbatas, sehingga pengaruhnya terhadap harga rata-rata beras secara keseluruhan tidak signifikan. Meski beras fortifikasi dijual lebih mahal lantaran nilai tambah gizi, jumlah produsen dan total produksinya masih sedikit. Keberadaannya di ritel modern pun tidak serta-merta membuktikan produsen beras premium telah beralih fokus memproduksinya.
Penyebab utama kenaikan harga, menurut Khudori, adalah naiknya harga gabah di tingkat petani dan melandainya produksi pascapanen raya. Harga gabah kering panen (GKP) di sejumlah daerah bahkan sudah melampaui Rp 8.000 per kilogram, sementara harga pembelian pemerintah (HPP) ditetapkan hanya Rp 6.500 per kilogram. Karena gabah adalah bahan baku beras, lonjakan harga bahan baku langsung mendongkrak harga konsumen. Kondisi ini menunjukkan kebijakan fortifikasi tidak tepat dijadikan kambing hitam atas mahalnya beras saat ini.
Bagikan
Berita terkait
Mentan Sebut Kecurangan Fortifikasi Ikut Dongkrak Harga Beras dan Inflasi
kumparan · 2 September 2026 pukul 13.52
Bulog Serap 4 Juta Ton Gabah, Masih Ada 3 Bulan Kejar Target
Liputan6.com · 25 September 2026 pukul 20.20
Beras di Ritel Modern Kosong, Mendag Bilang Begini
Detik.com · 22 September 2026 pukul 15.26
Beras Premium Langka, Amran Minta Bulog Kucur 300 Ribu Ton ke Ritel
CNN Indonesia · 22 September 2026 pukul 08.10