Jakarta · Kamis, 24 September 2026Cari
WargaKonoha

Ini Pertimbangan Bos KAI Minta Izin Impor KRL Bekas

PT Kereta Api Indonesia (KAI) meminta izin impor KRL bekas dari Jepang sebagai solusi sementara untuk mengatasi keterbatasan armada di tengah meningkatnya permintaan. Pada semester I 2026, jumlah penumpang KRL tumbuh 11,5% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, jauh melampaui proyeksi sebelumnya sebesar 3%-4%. Rata-rata penumpang harian mencapai 1,1 juta orang, sementara sebagian besar armada sudah berusia 40 tahun. Di Stasiun Bogor, jumlah penumpang naik-turun mencapai 160.000 orang per hari, meningkat dari kurang dari 100.000 orang sebelumnya.

KAI mencatat terdapat 92 trainset berusia 40 tahun yang perlu dikonservasi secara bertahap. Pada 2029, sejumlah trainset akan memasuki usia 45 tahun, sehingga suku cadan dan material kereta mulai tidak tersedia akibat keausan logam. Kebutihan armada pada 2026 diperkirakan mencapai 104 trainset untuk 1.065 perjalanan harian, sementara stok awal hanya 102 trainset.

Impor KRL bekas dipilih karena proses pengadaannya lebih cepat, sekitar satu hingga dua bulan setelah persetujuan, dibandingkan dengan pembuatan kereta baru. KAI menargetkan penggunaan impor ini selama 10 tahun sebagai jembatan sampai industri dalam negeri meningkatkan kapasitas produksinya. Komisi VI DPR RI mendukung langkah ini sekaligus mendorong pengembangan industri lokal.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait