Ini yang Bikin Mobil Listrik Belum 100% Diterima Konsumen di RI
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Adopsi mobil listrik (EV) di Indonesia masih dihadapi hambatan utama berupa harga yang masih tinggi, kekhawatiran terhadap kualitas baterai, dan belum banyaknya merek yang memproduksi kendaraan secara langsung di dalam negeri. Menurut pengamat otomotif Bebin, keberadaan pabrik produksi lokal menjadi kunci untuk meningkatkan kepercayaan konsumen. Baterai tetap menjadi komponen krusial yang memengaruhi harga kendaraan listrik. Namun, perkembangan teknologi baterai yang cepat dan peningkatan skala produksi massal diharapkan dapat menurunkan biaya baterai serta harga mobil listrik secara keseluruhan. Sementara itu, standar emisi yang semakin ketat untuk mobil bermesin pembakaran internal (ICE) seharusnya akan membuat harga mobil konvensional naik, sehingga titik breakeven antara EV dan ICE semakin terbuka.
Bagikan
Berita terkait
Rekayasa Terbaru Volkswagen Sukses Bikin Mobil Listrik Sekali Cas Tembus Jakarta-Bali
JPNN.com · 16 September 2026 pukul 15.10
Ingat! Bawa Mobil Listrik Naik Kapal, Baterai Harus Kurang dari 50%
CNBC Indonesia · 11 September 2026 pukul 15.00
Hampir 3 Mobil Listrik China Baru Meluncur Tiap Hari, Kualitas Baterai Jadi Tantangan
Warta Ekonomi · 7 September 2026 pukul 09.50
Segini Lama Umur Baterai Mobil Listrik dan Hybrid
Media Indonesia · 4 September 2026 pukul 18.40