Integrasi Data Ekspor DSI Dinilai Bisa Optimalkan Nilai Komoditas RI
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Integrasi data ekspor hingga tingkat transaksi yang dikembangkan PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) dinilai mampu mengoptimalkan nilai komoditas ekspor Indonesia. Menurut data BPS, neraca perdagangan Indonesia mencatat defisit USD1,61 miliar pada Mei 2026, mengakhiri tren surplus selama 72 bulan sejak Mei 2020. Defisit ini bertahan hingga Juni 2026 dengan nilai USD450 juta. DSI, yang beroperasi sejak 1 Juni 2026, telah membangun visibilitas analitis atas sekitar 6.500 deklarasi ekspor dengan nilai lebih dari USD14 miliar dan volume lebih dari 90 juta ton komoditas. Data ini mencakup lebih dari 50 pelabuhan muat di 25 provinsi dengan tujuan ekspor ke lebih dari 100 negara. Integrasi ini menghubungkan informasi harga, volume, kualitas, klasifikasi HS, kapal pengangkut, dan pasar tujuan untuk memberikan gambaran lebih lengkap tentang alur perdagangan.
Bagikan
Berita terkait
Nilai Impor Migas Melonjak 49,91% di Juli 2026, Dipicu Harga Minyak Dunia
Liputan6.com · 1 September 2026 pukul 17.15
IHSG Menguat 1,14% ke Level 6.599,94, Transaksi Capai Rp20,73 Triliun
Warta Ekonomi · 1 September 2026 pukul 16.34
Aliran Modal Masuk Rp140,1 T, Purbaya: Kepercayaan Dunia ke RI Terjaga
CNBC Indonesia · 1 September 2026 pukul 15.50
Neraca Perdagangan Juli 2026 Surplus USD 120 Juta, Komoditas Ini Jadi Penyelamat!
JawaPos · 1 September 2026 pukul 15.00