Integrasi Ekosistem Tol Jadi Kunci Pangkas Biaya Logistik
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pengembangan jaringan tol di Indonesia harus bergeser dari sekadar menambah panjang ruas menuju optimalisasi integrasi antarruas. Prof. Bambang P.S. Brodjonegoro menekankan konektivitas mulus sebagai fondasi utama efisiensi logistik, yang membutuhkan kolaborasi antarpengelola jalan tol serta integrasi antarmoda menghubungkan pusat produksi, kawasan industri, pelabuhan laut, dan dry port. Untuk menghindari gangguan pada proses logistik, sistem pembayaran gerbang tol harus terintegrasi sehingga tidak terpenuhkan oleh gerbang yang terpisah. Ia juga menyatakan kebutuhan kepastian regulasi agar integrasi tol menjadi kepentingan nasional, bukan hanya kepentingan bisnis masing-masing Badan Usaha Jalan Tol (BUJT). Dengan demikian, perbedaan tarif tidak akan mengganggu efisiensi pengguna dari sisi logistik.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Warta Ekonomi · 7 September 2026 pukul 20.00
Proyek Kereta Batu Bara PTBA Tj Enim-Kramasan 93% Rampung
CNBC Indonesia · 7 September 2026 pukul 17.35
Target Pembangunan Jalan Tol Baru 2027 Cuma 13,5 Km
CNBC Indonesia · 7 September 2026 pukul 15.35
Kementerian PU Mau Bangun 200,44 Km Jalan-2.141 M Jembatan, Kapan?
Detik.com · 7 September 2026 pukul 10.10
Zero ODOL 2027, Pemerintah Diminta Segera Rilis Roadmap
Berita terkait
Indonesia’s Sovereign AI Ambition: From Infrastructure to Economic Impact
Warta Ekonomi · 3 September 2026 pukul 13.05
Pembangunan Infrastruktur Tol Berkelanjutan Jadi Penggerak Pembangunan
Detik.com · 31 Agustus 2026 pukul 18.30
Proyek Tol Akses Patimban Dikebut, Begini Progresnya
Detik.com · 23 Agustus 2026 pukul 21.30
Kenapa Pajak RI Tak Setinggi Eropa? Ini Penjelasan Kemenkeu
CNBC Indonesia · 6 September 2026 pukul 10.32