Intelijen: Rusia Rekrut WNI Jadi Tentara Bayaran, Diiming-imingi Ini
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Dinas Intelijen Luar Negeri Ukraina melaporkan bahwa paling sedikit delapan warga negara Indonesia (WNI) direkrut oleh militer Rusia untuk bertempur di perang melawan Ukraina. Laporan tersebut, yang diterbitkan pada 27 Agustus 2026 melalui Telegram, didasarkan pada dokumen yang diperoleh oleh intelijen Ukraina. WNI yang direkrut dijanjikan kompensasi finansial tinggi, posisi yang tidak langsung terlibat dalam pertempuran, serta kemudahan akses untuk mendapatkan kewarganegaraan Rusia dan tunjangan sosial. Namun, laporan menyatakan bahwa sebagian besar rekrutan asing tidak menyadari bahwa mereka berpotensi dikirim ke garis depan pertempuran tanpa pelatihan militer yang memadai. Kasus ini merupakan bagian dari strategi yang lebih luas yang melibatkan warga asing dari negara seperti Nepal, Kuba, Kenya, dan India. Beberapa rekrutan asing dikabarkan tewas hanya dalam beberapa minggu pertama di medan perang. Menurut data yang bocorkan pada April 2025, lebih dari 1.500 warga asing direkrut oleh militer Rusia di wilayah Moskow antara April 2023 dan Mei 2024. Hingga April 2026, Menteri Luar Negeri Ukraina Andrii Sybiha menyatakan bahwa lebih dari 300 tentara asing yang mendukung Rusia telah ditangkap oleh pasukan Ukraina.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
JawaPos · 31 Agustus 2026 pukul 15.45
Daftar 8 WNI Diduga Gabung Tentara Rusia untuk Perang Lawan Ukraina, Kemlu Masih Lakukan Verifikasi
kumparan · 31 Agustus 2026 pukul 15.27
Menhan Sebut Tak Ada Laporan 8 WNI Jadi Tentara Rusia
JawaPos · 31 Agustus 2026 pukul 15.16
Kemlu Verifikasi Informasi Intelijen Ukraina Soal 8 WNI jadi Tentara Rusia di Garda Depan
SINDOnews · 31 Agustus 2026 pukul 10.24
Anggota Parlemen Rusia Desak Putin Gunakan Bom Nuklir untuk Paksa Ukraina Menyerah
Berita terkait
Zelensky Tolak Pemilu di Masa Perang: Akan Memecah Belah Ukraina
Detik.com · 23 Agustus 2026 pukul 17.44
Studi Rusia: 7.000 Tentara Asing dari 70 Negara Bertempur di Ukraina
Media Indonesia · 30 Agustus 2026 pukul 19.41
Biaya Perang Membengkak, Rusia Pangkas 35% Belanja Nonmiliter
SINDOnews · 30 Agustus 2026 pukul 11.57
Ngeri! Kyiv Digempur Drone Rusia Berhari-hari, 37 Orang Tewas
CNBC Indonesia · 29 Agustus 2026 pukul 20.52