Intelijen Ukraina Beber Data 8 WNI Gabung Tentara Rusia, Menhan Sjafrie: Tidak Ada Informasi
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Dinas Intelijen Luar Negeri Ukraina membeber data mengenai 8 Warga Negara Indonesia (WNI) yang diduga telah bergabung dengan tentara Rusia untuk bertempur melawan Ukraina. Informasi ini disampaikan melalui laman resmi mereka, yang juga menyebutkan bahwa Rusia terus merekrut pasukan asing dari berbagai negara seperti Nepal, Kuba, Kenya, dan India untuk ditempatkan di garis depan. Menurut intelijen Ukraina, para pekerja migran ini tertarik berkat iming-iming seperti gaji tinggi, tugas non-kombat, percepatan kewarganegaraan, dan tunjangan sosial, padahal sebagian besar tidak menyadari keadaan sebenarnya dan sering tewas dalam beberapa minggu pertama tanpa pelatihan yang memadai.
Atas informasi tersebut, Menteri Pertahanan Republik Indonesia, Sjafrie Sjamsoeddin, menyatakan bahwa pihaknya belum pernah menerima laporan resmi terkait rekrutmen WNI tersebut. "Nggak ada, tidak menerima laporan itu. Tidak ada informasi," kata Sjafrie dalam keterangannya bersama Menteri Pertahanan Qatar.
Sebelumnya, juga pernah beredar kabar mengenai eks personel Korps Marinir TNI AL dan Brimob Polri yang diduga menjadi tentara asing di Rusia, namun hingga kini belum ada konfirmasi terbaru mengenai kondisi mereka.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 31 Agustus 2026 pukul 15.14
Intelijen Ukraina Sebut 8 WNI Direkrut Jadi Tentara Rusia, Kemlu RI Selidiki
kumparan · 31 Agustus 2026 pukul 15.27
Menhan Sebut Tak Ada Laporan 8 WNI Jadi Tentara Rusia
SINDOnews · 29 Agustus 2026 pukul 21.16
Putin Ngamuk! 37 Orang Tewas saat Gudang Senjata Ukraina Dirudal Rusia
Berita terkait
Daftar 8 WNI Diduga Gabung Tentara Rusia untuk Perang Lawan Ukraina, Kemlu Masih Lakukan Verifikasi
JawaPos · 31 Agustus 2026 pukul 15.45
Intelijen Ukraina Ungkap 8 WNI Gabung Tentara Rusia, Masyarakat Diimbau Waspada Iming-iming Penipuan
JawaPos · 31 Agustus 2026 pukul 15.30
Kemlu Verifikasi Informasi Intelijen Ukraina Soal 8 WNI jadi Tentara Rusia di Garda Depan
JawaPos · 31 Agustus 2026 pukul 15.16
Putin Sebut Inggris "Main Api", Siaga NATO Jadi Sasaran Berikutnya
CNBC Indonesia · 28 Agustus 2026 pukul 08.05