Jakarta · Minggu, 16 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Investasi Hilirisasi RI Capai Rp 300,1 Triliun di Semester I-2026

Realisasi investasi di sektor hilirisasi Indonesia pada Semester I-2026 mencapai Rp300,1 triliun, tumbuh 6,9% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Menurut Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi/BKPM Todotua Pasaribu, kontribusi investasi hilirisasi ini mewakili 29,7% dari total realisasi investasi pada semester pertama 2026. Peningkatan ini menjadi bagian dari upaya mencapai pertumbuhan ekonomi sebesar 8%, dengan target investasi tahun 2026 lebih besar dibandingkan 2025 yang mencapai Rp1.950 triliun.

Sektor mineral tetap menjadi tulang punggung investasi hilirisasi dengan nilai Rp206,5 triliun pada semester I-2026. Komoditas utama meliputi nikel (Rp71 triliun), bauksit (Rp53,8 triliun), tembaga (Rp37,4 triliun), besi dan baja (Rp30,2 triliun), pasir silika (Rp5,9 triliun), dan komoditas lainnya (Rp8,2 triliun). Namun, pada kuartal II-2026, bauksit menggeser nikel sebagai komoditas dengan investasi hilirisasi terbesar, dengan nilai Rp40,1 triliun dari total Rp108,2 triliun di sektor mineral.

Di luar sektor mineral, investasi hilirisasi juga mengalir ke sektor perkebunan dan kehutanan sebesar Rp54,4 triliun, termasuk kelapa sawit (Rp29,5 triliun), kayu log (Rp16,3 triliun), dan karet (Rp5 triliun). Sektor minyak dan gas bumi mencatat investasi Rp35,4 triliun, sementara sektor perikanan dan kelautan mencapai Rp3,8 triliun.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait