Jakarta · Minggu, 30 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Investor Antre Masuk KEK Kendal dan Batang, Lahan Sudah Penuh

Minat investor untuk masuk ke Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kendal dan Kawasan Industri Terpadu (KIT) Batang masih tinggi, sehingga lahan di kedua kawasan tersebut sudah terpakai penuh. Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso menyampaikan hal ini dalam Central Java Investment Business Forum 2026, menyatakan bahwa meski lahan sudah habis, masih banyak calon investor yang mengantre. Pemerintah saat ini mengajukan perluasan dan pengembangan kawasan, namun prosesnya mas masih memerlukan waktu.

Ekonomi Jawa Tengah tumbuh 5,8 persen pada semester pertama 2026, dengan sektor manufaktur menyumbang 33,18 persen. Investasi fisik atau Pembentukan Modal Tetap Bruto mencapai 31,52 persen, melebihi rata-rata nasional sebesar 29,36 persen. Realisasi investasi total mencapai Rp48,54 triliun, setara dengan 48,99 persen dari target tahunan Rp99,09 triliun. Penanaman modal asing mencapai Rp25,92 triliun (53,40 persen), sementara penanaman modal dalam negeri mencapai Rp22,62 triliun (46,60 persen).

Lima daerah dengan realisasi investasi terbesar adalah Kota Semarang (Rp6,57 triliun), Kabupaten Kendal (Rp6,56 triliun), Kabupaten Batang (Rp6,11 triliun), Kabupaten Temanggung (Rp4,58 triliun), dan Kabupaten Demak (Rp3,34 triliun). Pertumbuhan investasi di KEK Kendal dan KIT Batang didorong kuat oleh sektor manufaktur. Namun, pemerintah juga menyoroti tantangan terkait perizinan, terutama izin dasar, yang menjadi kebutuhan utama para investor. Pemerintah daerah diharapkan memberikan perhatian lebih, sementara pemerintah pusat tetap terlibat dalam regulasi dan kebijakan.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait