IPAL Batam Capai 98,64 Persen, IAW Minta Tata Kelola INA-24 Dievaluasi
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Indonesian Audit Watch (IAW) meminta pemerintah mengevaluasi tata kelola proyek Development and Improvement of Indonesian Aids to Navigation Project (INA-24) yang mengalami keterlambatan. Iskandar Sitorus, Sekretaris Pendiri IAW, menekankan bahwa penyebab keterlambatan tidak hanya berasal dari skema pembiayaan Economic Development Cooperation Fund (EDCF) dari Korea Selatan, tetapi juga dari aspek tata kelola proyek. IAW menegaskan bahwa perbandingan antara INA-24 dan proyek IPAL Batam tidak berarti kedua proyek memiliki karakteristik yang sama, namun aspek tata kelolanya dapat dibandingkan secara objektif.
Berdasarkan laporan Bappenas pada 2023, proyek IPAL Batam mendapatkan pembiayaan pinjaman EDCF sebesar 50 juta dolar Amerika Serikat dan dana pendamping sekitar 5,9 juta dolar Amerika Serikat. Pada Juni 2025, BP Batam melaporkan progres fisik keseluruhan IPAL Bengkong Sadai mencapai 98,64 persen dengan nilai proyek sekitar US$54,5 juta. Pembangunan satu unit instalasi pengolahan air limbah berkapasitas 20.000 meter kubik per hari telah mencapai progres 100 persen, sementara jaringan perpipaan mencapai 93,8 persen dan sambungan rumah 69,4 persen.
IAW mengusulkan indikator untuk mengukur kinerja proyek secara lebih objektif, termasuk waktu sejak perencanaan hingga loan agreement, efektivitas pinjaman, pengadaan konsultan, hingga langkah pemulihan ketika proyek menghadapi hambatan. IAW juga mendorong audit kinerja yang menghubungkan tiga aspek: waktu, biaya, dan manfaat, serta evaluasi komparatif terhadap proyek-proyek yang menggunakan pembiayaan EDCF di berbagai kementerian dan lembaga.
Bagikan
Berita terkait
Saham BYAN Sempat Melonjak 20 Persen, IAW Minta Regulator Telusuri Rumor Akuisisi
VOI · 30 Agustus 2026 pukul 10.50
Rumor 62 Persen Saham BYAN Dinilai Jadi Alarm Integritas Pasar
VOI · 24 Agustus 2026 pukul 14.46
Fadli Zon Setor Usulan Nama Penerima Tanda Jasa ke Prabowo
Liputan6.com · 1 September 2026 pukul 22.41
Rosan & Trenggono Menghadap Prabowo di Hambalang, Lapor soal Kampung Nelayan
kumparan · 1 September 2026 pukul 22.40