Jakarta · Sabtu, 5 September 2026Cari
WargaKonoha

Iran Bertaruh pada Jaringan Bayangan untuk Hindari Sanksi AS

Pemerintah AS menerapkan sanksi ekonomi yang disebut "economic D-Day" untuk menekan Iran, yang menargetkan sektor minyak, perbankan, emas, pelayaran, penerbangan, dan mata uang kripto. Di tengah sanksi ini, Iran mengandalkan jaringan bayangan yang dipimpin oleh pengusaha seperti Babak Zanjani dan Reza Zarrab untuk mentransfer dana dan mengimpor barang melalui Bitcoin dan jaringan perusahaan milik pribadi. Zanjani, yang dulu dihukam mati karena dugaan korupsi, kini kembali aktif dan bahkan menandatangani kontrak bernilai miliaran dolar dengan operator kereta api milik negara Iran. Sementara Zarrab, yang ditangkap di AS pada 2016 atas tuduhan pencucian uang, kini bekerja sama dengan otoritas AS dan dilaporkan tinggal di AS dengan identitas baru. Jaringan ini diduga mengalirkan miliaran dolar melalui puluhan perusahaan di Malaysia, Turki, dan Uni Emirat Arab. Namun, sanksi terbaru AS pada Januari 2026 kembali menargetkan Zanjani dan jaringannya, meskipun efeknya masih belum pasti secara signifikan melemahkan sistem ekonomi bayangan Iran yang telah beradaptasi selama puluhan tahun di bawah tekanan ekonomi.

Berita terkait