Iran Bertaruh pada Jaringan Bayangan untuk Hindari Sanksi AS
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pemerintah AS menerapkan sanksi ekonomi yang disebut "economic D-Day" untuk menekan Iran, yang menargetkan sektor minyak, perbankan, emas, pelayaran, penerbangan, dan mata uang kripto. Di tengah sanksi ini, Iran mengandalkan jaringan bayangan yang dipimpin oleh pengusaha seperti Babak Zanjani dan Reza Zarrab untuk mentransfer dana dan mengimpor barang melalui Bitcoin dan jaringan perusahaan milik pribadi. Zanjani, yang dulu dihukam mati karena dugaan korupsi, kini kembali aktif dan bahkan menandatangani kontrak bernilai miliaran dolar dengan operator kereta api milik negara Iran. Sementara Zarrab, yang ditangkap di AS pada 2016 atas tuduhan pencucian uang, kini bekerja sama dengan otoritas AS dan dilaporkan tinggal di AS dengan identitas baru. Jaringan ini diduga mengalirkan miliaran dolar melalui puluhan perusahaan di Malaysia, Turki, dan Uni Emirat Arab. Namun, sanksi terbaru AS pada Januari 2026 kembali menargetkan Zanjani dan jaringannya, meskipun efeknya masih belum pasti secara signifikan melemahkan sistem ekonomi bayangan Iran yang telah beradaptasi selama puluhan tahun di bawah tekanan ekonomi.
Bagikan
Berita terkait
AS Ancam Putus Akses Bank Raksasa Mesir karena Dituding Bantu Iran
CNN Indonesia · 31 Agustus 2026 pukul 11.23
6 Negara Jadi Sasaran Tembak Trump Demi Hancurkan Iran, Ada RI?
CNBC Indonesia · 29 Agustus 2026 pukul 13.00
Trump Cekik Iran dengan "Terorisme Negara"-Mojtaba Khamenei Buka Suara
CNBC Indonesia · 29 Agustus 2026 pukul 06.22
AS-Bahrain Perkuat Operation Economic Outcast Tekan Ekonomi Iran
Media Indonesia · 26 Agustus 2026 pukul 14.52