Iran dan Oman Lanjutkan Perundingan Selat Hormuz
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pemerintah Iran dan Oman memperkuat komitmen mereka untuk melanjutkan perundingan strategis mengenai keamanan Selat Hormuz. Langkah ini diambil untuk menjaga stabilitas jalur pelayaran vital dunia meskipun situasi regional memanas akibat ketegangan antara Teheran dan Washington. Juru bicara Iran, Esmaeil Baghaei, menyatakan dialog berjalan intensif dengan fokus pada mekanisme keamanan navigasi.
Situasi memburuk setelah Presiden AS Donald Trump membatalkan gencatan senjata dengan Iran pada 8 Juli 2026. Komando Pusat AS melancarkan serangan terhadap posisi Iran, yang kemudian memicu serangan balasan militer dari Teheran. Meskipun Iran dan Oman telah sepakati peta rute pelayaran, pembukaan jalur komersial masih menunggu persetujuan syarat tertentu dari AS, seperti pencabutan sanksi dan kompensasi perang.
Ketegangan ini berdampak signifikan pada ekonomi global. Harga emas diprediksi melonjak hingga US$5.000 per troy ons, sementara harga minyak mentah WTI berpotensi melampaui US$90 per barel. Iran juga membahas RUU yang membatasi pelayaran kapal AS dan Israel, menambah kekhawatiran pasar energi dunia.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
JawaPos · 19 Agustus 2026 pukul 09.15
AS-Iran Beda Klaim Soal Selat Hormuz, Harga Minyak Mentah Dunia Meningkat
SINDOnews · 19 Agustus 2026 pukul 16.30
IHSG Merana, Rupiah Ditutup Menguat ke Rp17.840 per Dolar AS
CNBC Indonesia · 19 Agustus 2026 pukul 10.20
Harga Minyak Naik 4 Hari Beruntun!
Liputan6.com · 19 Agustus 2026 pukul 08.06
Harga Minyak Hari Ini Menguat Tersengat Sikap Iran Soal Selat Hormuz
Berita terkait
Harga Minyak Menguat Setelah Trump Tolak Proposal Damai Iran
Warta Ekonomi · 28 September 2026 pukul 08.32
Arab Alihkan Jalur Ekspor, Harga Minyak Turun!
CNBC Indonesia · 18 September 2026 pukul 09.08
Rupiah Melemah, IHSG Turun 1,13% ke 6.461 Sore Ini
SINDOnews · 15 September 2026 pukul 16.39
Iran Pamer Pendapatan Rp 133 Triliun Hasil Penjualan Minyak
JPNN.com · 29 Agustus 2026 pukul 19.30