Iran dan Oman Lanjutkan Perundingan Selat Hormuz
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pemerintah Iran dan Oman memperkuat komitmen mereka untuk melanjutkan perundingan strategis mengenai keamanan Selat Hormuz. Langkah ini diambil untuk menjaga stabilitas jalur pelayaran vital dunia meskipun situasi regional memanas akibat ketegangan antara Teheran dan Washington. Juru bicara Iran, Esmaeil Baghaei, menyatakan dialog berjalan intensif dengan fokus pada mekanisme keamanan navigasi.
Situasi memburuk setelah Presiden AS Donald Trump membatalkan gencatan senjata dengan Iran pada 8 Juli 2026. Komando Pusat AS melancarkan serangan terhadap posisi Iran, yang kemudian memicu serangan balasan militer dari Teheran. Meskipun Iran dan Oman telah sepakati peta rute pelayaran, pembukaan jalur komersial masih menunggu persetujuan syarat tertentu dari AS, seperti pencabutan sanksi dan kompensasi perang.
Ketegangan ini berdampak signifikan pada ekonomi global. Harga emas diprediksi melonjak hingga US$5.000 per troy ons, sementara harga minyak mentah WTI berpotensi melampaui US$90 per barel. Iran juga membahas RUU yang membatasi pelayaran kapal AS dan Israel, menambah kekhawatiran pasar energi dunia.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
SINDOnews · 18 Agustus 2026 pukul 08.53
Negara Arab Nekat Jalankan Kapal Hantu Tanpa Sinyal, Harga Minyak Batal Tembus USD150/Barel
JawaPos · 18 Agustus 2026 pukul 08.45
Harga Minyak Dunia Bergerak Bervariasi, Ketegangan Iran-AS Bayangi Pasar Minyak
SINDOnews · 17 Agustus 2026 pukul 21.35
Ejek Trump, Iran: Selat Hormuz Tak Bisa Direbut dengan Ciutan dan Pidato Kampanye
JPNN.com · 17 Agustus 2026 pukul 12.35
Komandan Angkatan Darat Iran Tegaskan AS tidak Berhak Memasuki Teluk Persia
Berita terkait
Selat Hormuz Terancam, Negara Teluk Berebut Jalur Alternatif
Detik.com · 13 Agustus 2026 pukul 16.45
Minyak Terbang Lagi! Hormuz Memanas, Pasar Siaga Data Inflasi AS
CNBC Indonesia · 12 Agustus 2026 pukul 10.35
IHSG Anjlok 1,53% Balik ke Level 6.267 Terseret Kinerja Saham Ini
CNBC Indonesia · 11 Agustus 2026 pukul 16.35
Iran Ungkap Nasib Blokade Selat Hormuz, Bongkar 'Kebohongan' AS Ini
CNBC Indonesia · 10 Agustus 2026 pukul 07.15