Iran Eksekusi Mati Pria yang Dianggap Dukung Israel dan AS
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Otoritas kehakiman Iran mengeksekusi mati Shahram Sadeghi pada Minggu (16/8/2026). Ia dinyatakan bersalah karena menabrak tujuh petugas polisi dengan mobil saat protes anti-pemerintah di Karaj pada 8 Januari 2026. Pemerintah Iran menuduh Sadeghi melakukan tindakan operasional untuk mendukung rezim Zionis dan Amerika Serikat.
Peristiwa ini merupakan bagian dari demonstrasi luas yang dipicu tingginya biaya hidup sejak Desember 2025. Iran melaporkan lebih dari 3.000 kematian akibat aksi tersebut dan menyebutnya sebagai tindakan teroris dalangan AS dan Israel, meski kelompok HAM mengklaim aparat keamanan yang melepaskan tembakan. Angka eksekusi di Iran dilaporkan meningkat sejak pecahnya perang Timur Tengah pada Februari.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Media Indonesia · 18 Agustus 2026 pukul 13.32
Kantor PM Kurdistan Irak Dihantam Dua Drone, Iran Bantah Terlibat
Warta Ekonomi · 18 Agustus 2026 pukul 10.08
Harga Minyak Kembali Naik, Harapan Damai AS-Iran Memudar
VOI · 18 Agustus 2026 pukul 08.00
Presiden Trump Mengatakan Iran Harus Menyerah untuk Mengakhiri Perang
SINDOnews · 18 Agustus 2026 pukul 05.15
Tak Bisa Mundur dari Perang Iran, Pakar Militer Sebut Trump Akan Cari Kambing Hitam
Berita terkait
Mojtaba Khamenei Mau Dilengserkan dari Jabatan Pemimpin Tertinggi Iran
CNBC Indonesia · 30 September 2026 pukul 17.40
5 Berita Terpopuler Internasional Hari Ini
Detik.com · 1 Agustus 2026 pukul 18.35
AS dan Israel Pertimbangkan Blokade Darat terhadap Iran
SINDOnews · 1 Agustus 2026 pukul 10.44
Perang Iran Tak Kunjung Usai, AS Kirim Kapal Induk ke-3 ke Timur Tengah
Detik.com · 2 Oktober 2026 pukul 12.14