Iran Eksekusi Mati Pria yang Dianggap Dukung Israel dan AS
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Otoritas kehakiman Iran mengeksekusi mati Shahram Sadeghi pada Minggu (16/8/2026). Ia dinyatakan bersalah karena menabrak tujuh petugas polisi dengan mobil saat protes anti-pemerintah di Karaj pada 8 Januari 2026. Pemerintah Iran menuduh Sadeghi melakukan tindakan operasional untuk mendukung rezim Zionis dan Amerika Serikat.
Peristiwa ini merupakan bagian dari demonstrasi luas yang dipicu tingginya biaya hidup sejak Desember 2025. Iran melaporkan lebih dari 3.000 kematian akibat aksi tersebut dan menyebutnya sebagai tindakan teroris dalangan AS dan Israel, meski kelompok HAM mengklaim aparat keamanan yang melepaskan tembakan. Angka eksekusi di Iran dilaporkan meningkat sejak pecahnya perang Timur Tengah pada Februari.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Liputan6.com · 17 Agustus 2026 pukul 14.21
Megawati Minta Indonesia Belajar dari Iran: Tak Bisa Dikalahkan Amerika
SINDOnews · 17 Agustus 2026 pukul 06.10
Ini Alasan Iran Bikin Sayembara Bunuh Tentara AS Dapat Rp534 Juta dan Rp1 Miliar bagi Kontestan Perempuan
VOI · 15 Agustus 2026 pukul 09.01
Iran Belum Putuskan Lanjutkan Perundingan dengan AS
Berita terkait
5 Berita Terpopuler Internasional Hari Ini
Detik.com · 1 Agustus 2026 pukul 18.35
AS dan Israel Pertimbangkan Blokade Darat terhadap Iran
SINDOnews · 1 Agustus 2026 pukul 10.44
Iran Umumkan Hadiah Rp 534 Juta untuk Bunuh atau Tangkap Tentara AS
Detik.com · 17 Agustus 2026 pukul 10.28
AS Kirim Kapal Induk Lain ke Timur Tengah Usai Petaka Abraham Lincoln, Ada Apa?
Detik.com · 16 Agustus 2026 pukul 04.06