Tak Bisa Mundur dari Perang Iran, Pakar Militer Sebut Trump Akan Cari Kambing Hitam
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Alan Eyre, mantan diplomat senior AS, mengungkapkan bahwa Trump terjebak dalam situasi mustahil terkait perang melawan Iran. Trump tidak bisa meningkatkan atau menurunkan eskalasi karena khawatir Iran akan membalas serangan terhadap infrastruktur energi di Teluk. Negosiasi dengan Iran bukan seperti urusan bisnis; Trump tidak dapat sekadar menyatakan bangkrut dan beralih karena hal itu tidak akan menyelesaikan masalah selat, meskipun ia ingin mundur. Iran tidak percaya pada kesepakatan dengan Trump karena pengalaman sebelumnya. Mereka menuntut uang di muka, likuidasi aset yang dibekukan, dan keuntungan finansial dari lalu lintas di Teluk sekarang juga. Iran meragukan bahwa pemerintah AS akan mencabut sanksi atau mematuhi kesepakatan jangka panjang, mirip dengan situasi di Gaza yang tidak berlanjut. Kondisi ini menunjukkan kebuntuan diplomatik di mana kedua belah pihak memiliki keterbatasan pilihan.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 18 Agustus 2026 pukul 15.20
Trump Ancam Serang Oman Jika Halangi Kesepakatan Hormuz
Detik.com · 19 Agustus 2026 pukul 15.25
Iran Geram Trump Klaim Selat Hormuz Wilayah Baru AS: Delusional!
Media Indonesia · 19 Agustus 2026 pukul 13.50
Ketua Parlemen Iran Kunjungi Irak Bahas Kerja Sama Regional
Detik.com · 19 Agustus 2026 pukul 06.00
Desakan Trump Agar Iran Kibarkan Bendera Putih Buntut Negosiasi Buntu
Berita terkait
Harga Minyak Dunia Melesat 1,27% usai Trump Tolak Proposal Damai Iran
CNN Indonesia · 28 September 2026 pukul 09.56
Harga Minyak Kembali di Bawah US$ 100 Usai Trump Buka Diplomasi dengan Iran
Liputan6.com · 22 September 2026 pukul 07.24
Trump Telpon Pangeran MBS sebelum Batalkan Serangan ke Iran
CNBC Indonesia · 2 Agustus 2026 pukul 18.45
Trump Umumkan AS dan Israel Batal Serang Iran Besar-besaran, Ini Alasannya
SINDOnews · 2 Agustus 2026 pukul 10.52