Iran Eksekusi Mati Pria yang Dianggap Mata-mata Israel dan AS
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Iran mengeksekusi Majid Adineh yang dihukum karena tindak pidana terkait demonstrasi protes akhir tahun lalu. Adineh ditangkap pada 9 Januari di provinsi Alborz dengan membawa senjata api, gas air mata, dan gergaji mesin. Pengadilan menyatakan ia bertindak sebagai agen asing dan terlibat dalam aksi merusak keamanan negara. Mahkamah Agung menolak bandingnya, eksekusi dilaksanakan Minggu pagi.
Protes yang awalnya dipicu kenaikan biaya hidup berkembang menjadi demonstrasi anti-pemerintah yang mencapai puncaknya pada 8 dan 9 Januari. Otoritas Iran melaporkan lebih dari 3.000 kematian akibat kerusuhan, mengaitkannya dengan tindakan teroris yang didalangi AS dan Israel. Sejumlah orang lain juga dihukum mati terkait protes ini.
Eksekusi ini terjadi setelah peningkatan jumlah eksekusi di Iran sejak konflik Timur Tengah dimulai pada 28 Februari akibat serangan AS-Israel.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Media Indonesia · 22 Agustus 2026 pukul 15.04
Menlu Iran Abbas Araghchi Sebut Sanksi Ekonomi AS Pasti Gagal
Berita terkait
Iran Eskekusi Mati Pria yang Dianggap Mata-mata Israel dan AS
Detik.com · 23 Agustus 2026 pukul 15.30
Protes Penyaluran Dana Desa Jadi Petaka, Kantor Pemerintah di Puncak Dibakar Massa
JPNN.com · 12 Agustus 2026 pukul 08.33
Protes Dana Desa, Warga Mengamuk Selasa Malam, Bakar Kantor Pemerintahan
JPNN.com · 12 Agustus 2026 pukul 01.01
Ketika Kesabaran Rakyat Mulai Terbakar
JPNN.com · 9 Agustus 2026 pukul 07.56