Jakarta · Sabtu, 22 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Menlu Iran Abbas Araghchi Sebut Sanksi Ekonomi AS Pasti Gagal

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa sanksi ekonomi baru yang direncanakan AS akan gagal, merujuk pada sejarah kegagalan sanksi serupa dalam 14 tahun terakhir. Pernyataannya merespons pengumuman Presiden AS Donald Trump tentang kampanye tekanan ekonomi "Perang Ekonomi dan Isolasi" yang ditujukan untuk memutuskan saluran keuangan Iran. Araghchi menekankan bahwa retorika sanksi yang dianggap "melumpuhkan" bukanlah hal baru dan selalu berakhir dengan kegagalan, termasuk seruan Trump lima bulan lalu yang menuntut Iran menyerah tanpa syarat.

Trump memperingatkan konsekuensi berat bagi negara yang membantu Iran secara ekonomi dan mengajak sekutu AS untuk bergabung dalam upaya melumpuhkan stabilitas keuangan Teheran. Di sisi lain, Jubir Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baghaei menyatakan bahwa sanksi baru melanggar Piagam PBB dan merupakan bentuk penegasan kedaulatan ekstra-teritorial yang ilegal. Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyerukan penguatan perang dengan AS dari posisi kuat, sementara Presiden Turki Erdogan mendorong diplomasi dengan Iran. Survei terbaru menunjukkan 68% warga AS menolak konflik dengan Iran.

Tekanan ini terjadi di tengah kondisi ekonomi Iran yang kesulitan, dengan inflasi mencapai 350 persen. Trump juga mengeklaim bahwa Iran belum siap untuk kesepakatan, sementara komunikasi antara Washington dan Iran tetap terbuka melalui peran berbagai pihak termasuk Putusan Khusus AS Jared Kushner.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait