Iran: Perang Ekonomi Total AS akan Jadi Senjata Makan Tuan
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menolak keras kampanye ekonomi yang diumumkan Presiden AS Donald Trump terhadap Teheran, menyebutnya hanya upaya pengalihan perhatian dari krisis internal AS seperti utang yang mencapai rekor tertinggi dan lonjakan biaya bunga. Araghchi menilai langkah ini justru akan memperdalam permusuhan rakyat Iran terhadap Washington dan menyebutnya sebagai bentuk 'terorisme ekonomi' yang juga mengancam stabilitas global.
Trump mengumumkan operasi ekonomi yang diklaim paling menghancurkan dalam sejarah, bertujuan memutus seluruh jalur keuangan dan perdagangan yang mendukung Iran. Ia juga memperingatkan keras negara lain agar tidak memberikan 'jalur penyelamat' ekonomi kepada Iran, dengan ancaman hukuman berat bagi siapa pun yang bekerja sama dengan Teheran.
Di sisi lain, Jubir IRGC Hossein Mohebi menegaskan Iran telah menyiapkan senjata generasi terbaru dengan presisi tinggi jika konflik di Timur Tengah berkembang. Pasukan Iran juga mempertimbangkan kemungkinan menargetkan kabel serat optik bawah laut di Selat Hormuz sebagai respons terhadap eskalasi lebih lanjut.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNN Indonesia · 20 Agustus 2026 pukul 11.53
Trump Umumkan Operasi Ekonomi Besar-besaran Buat Kucilkan Iran
VOI · 21 Agustus 2026 pukul 17.00
JD Vance Sebut Tekanan Ekonomi Alat Paling Efektif AS terhadap Iran
CNBC Indonesia · 21 Agustus 2026 pukul 06.40
AS Iran Panas Lagi! Trump Terapkan Sanksi Terkeras Sejarah ke Teheran
Warta Ekonomi · 20 Agustus 2026 pukul 16.47
Trump Umumkan Operasi Ekonomi Besar-besaran untuk Isolasi Iran
Berita terkait
Harga Minyak AS Anjlok Hampir 8% Usai AS-Iran Bertemu
Liputan6.com · 26 September 2026 pukul 06.35
AS Sanksi Industri Otomotif dan Kereta Iran
Liputan6.com · 3 Oktober 2026 pukul 11.15
Mojtaba Khamenei Tiba-Tiba Muncul, Beri Pesan ke Amerika
CNBC Indonesia · 29 September 2026 pukul 22.00
Mojtaba Bilang AS Akan Hengkang dari Timur Tengah usai Terima Pukulan Menyakitkan
SINDOnews · 29 September 2026 pukul 10.39