Jakarta · Jumat, 21 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

JD Vance Sebut Tekanan Ekonomi Alat Paling Efektif AS terhadap Iran

Wakil Presiden Amerika Serikat JD Vance menyatakan bahwa tekanan ekonomi merupakan alat paling efektif yang digunakan Washington untuk menghadapi Iran. Dalam sebuah podcast, Vance menjelaskan bahwa Iran merasakan tekanan yang lebih besar dibanding Amerika Serikat dalam beberapa pekan terakhir. Pernyataannya muncul setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan sanksi ekonomi yang lebih ketat terhadap Iran, termasuk ancaman hukuman finansial bagi negara yang membantu Teheran menghindari sanksi. Trump menyebut langkah ini sebagai bentuk perang ekonomi dan isolasi yang belum pernah terjadi sebelumnya. Vance juga menyampaikan bahwa harga bahan bakar di AS masih tinggi, namun telah turun sebagian karena berhasilnya AS mengeluarkan minyak dan gas melalui Selat Hormuz dengan dukungan militer. Menurut data perusahaan intelijen perdagangan Kpler, lalu lintas kapal di Selat Hormuz masih jauh di bawah kondisi sebelum perang, dengan rata-rata 130 kapal per hari sebelumnya, kini hanya 10 kapal pada Senin dan dua kapal pada Minggu. Vance menekankan bahwa akses ke Selat Hormuz menjadi daya tekan utama Iran, dan AS tidak perlu mengembalikan lalu lintas kapal sepenuhnya untuk membantu meringankan harga energi di AS. Ia juga menyatakan bahwa Iran akan terus dihukum karena serangan terhadap kapal komersial, dan AS akan memastikan tidak terjadi serangan serupa di masa depan. Menurutnya, pilihan yang diberikan kepada Teheran tetap sama: menerima perekonomian yang terus terdesak, atau memilih hubungan yang lebih baik dengan Barat.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait