JD Vance Sebut Tekanan Ekonomi Alat Paling Efektif AS terhadap Iran
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Wakil Presiden Amerika Serikat JD Vance menyatakan bahwa tekanan ekonomi merupakan alat paling efektif yang digunakan Washington untuk menghadapi Iran. Dalam sebuah podcast, Vance menjelaskan bahwa Iran merasakan tekanan yang lebih besar dibanding Amerika Serikat dalam beberapa pekan terakhir. Pernyataannya muncul setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan sanksi ekonomi yang lebih ketat terhadap Iran, termasuk ancaman hukuman finansial bagi negara yang membantu Teheran menghindari sanksi. Trump menyebut langkah ini sebagai bentuk perang ekonomi dan isolasi yang belum pernah terjadi sebelumnya. Vance juga menyampaikan bahwa harga bahan bakar di AS masih tinggi, namun telah turun sebagian karena berhasilnya AS mengeluarkan minyak dan gas melalui Selat Hormuz dengan dukungan militer. Menurut data perusahaan intelijen perdagangan Kpler, lalu lintas kapal di Selat Hormuz masih jauh di bawah kondisi sebelum perang, dengan rata-rata 130 kapal per hari sebelumnya, kini hanya 10 kapal pada Senin dan dua kapal pada Minggu. Vance menekankan bahwa akses ke Selat Hormuz menjadi daya tekan utama Iran, dan AS tidak perlu mengembalikan lalu lintas kapal sepenuhnya untuk membantu meringankan harga energi di AS. Ia juga menyatakan bahwa Iran akan terus dihukum karena serangan terhadap kapal komersial, dan AS akan memastikan tidak terjadi serangan serupa di masa depan. Menurutnya, pilihan yang diberikan kepada Teheran tetap sama: menerima perekonomian yang terus terdesak, atau memilih hubungan yang lebih baik dengan Barat.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Media Indonesia · 22 Agustus 2026 pukul 15.08
Donald Trump Klaim Ekonomi Iran Hancur dan Inflasi Tembus 350 Persen
ANTARA News · 22 Agustus 2026 pukul 12.26
Iran sebut sanksi ekonomi baru AS pasti gagal
CNBC Indonesia · 21 Agustus 2026 pukul 06.40
AS Iran Panas Lagi! Trump Terapkan Sanksi Terkeras Sejarah ke Teheran
Media Indonesia · 20 Agustus 2026 pukul 20.31
Iran: Perang Ekonomi Total AS akan Jadi Senjata Makan Tuan
Berita terkait
Serangan AS Berlanjut, Harga Minyak Dunia Dekati USD100 per Barel
SINDOnews · 9 September 2026 pukul 13.42
Tujuan Perang Tak Tercapai, Iran Tuding AS Sembunyikan Jumlah Tentara yang Tewas
SINDOnews · 30 September 2026 pukul 14.24
Iran Tunggu Jawaban Resmi AS Soal Tawaran Selat Hormuz
Detik.com · 29 September 2026 pukul 18.12
Minyak Iran Bakal Habis dalam 2 Minggu, Menkeu AS: Mereka Tak Punya Apa-apa Lagi
SINDOnews · 29 September 2026 pukul 07.33