Iran Sukses 'Kelabui' Trump, Berhasil Dagang Minyak di Laut Depan RI
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Kapal tanker minyak Iran mematikan sistem identifikasi otomatis saat melintas di kawasan Outer Port Limits (EOPL) Malaysia untuk melakukan transfer minyak secara diam-diam ke perantara sebelum dikirim ke China. Aktivitas ini berlangsung meskipun perang AS-Israel melawan Iran dan blokade angkatan laut AS sedang berlangsung. Data satelit mencatat 62 kapal dengan identitas palsu terlibat dalam jaringan ini, dengan sekitar 200 kapal berlabuh di EOPL pada hari biasa.
Minyak Iran dijual dengan diskon dan dibeli oleh kilang independen China yang dikenal sebagai 'kilang teapot', yang relatif tidak terpengaruh sanksi AS karena tidak bergantung pada sistem keuangan barat. Transaksi menggunakan Sistem Pembayaran Antarbank Lintas Batas (CIPS) China dalam yuan, menghindari jaringan SWIFT yang dipantau AS. Tahun lalu, Iran mengekspor sekitar 1,4 juta barel per hari ke China, meskipun bea cukai China mencatatnya sebagai impor dari Malaysia.
Malaysia telah mengamandemen undang-undang ZEE untuk menindak aktivitas ilegal, namun data satelit menunjukkan 18 tanker Iran dan 50 kapal bersanksi AS/Uni Eropa masih beroperasi. China menolak sanksi AS dan memblokir beberapa sanksi terhadap kilang teapot. Pakar menyebut sanksi tidak efektif dan blokade militer diperlukan untuk menghentikan aliran minyak.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
SINDOnews · 1 Agustus 2026 pukul 10.44
AS dan Israel Pertimbangkan Blokade Darat terhadap Iran
Berita terkait
Iran Serukan Warga AS Turun ke Jalan, Sebut Perang Trump Gagal
Detik.com · 30 September 2026 pukul 18.20
Trump Bikin Iran Makin Panas, Harga Minyak Tembus US$ 103 per Barel
Detik.com · 30 September 2026 pukul 11.39
Qalibaf Peringatkan Tak Ada Pihak di Kawasan yang Bisa Jual Minyak jika Iran Tidak Bisa
SINDOnews · 30 September 2026 pukul 11.31
Harga Minyak Dunia Kembali Naik Usai Trump Bantah Kelonggaran Sanksi Iran
Warta Ekonomi · 30 September 2026 pukul 08.55