Jakarta · Rabu, 30 September 2026Cari
WargaKonoha

Iran Serukan Warga AS Turun ke Jalan, Sebut Perang Trump Gagal

Garda Revolusi Iran menyerukan warga Amerika Serikat untuk turun ke jalan dan memprotes kebijakan Presiden Donald Trump, sekaligus menilai perang di Timur Tengah sebagai gagal. Juru bicaranya, Jenderal Hossein Mohebbi, menyampaikan pesan dalam 'surat kepada rakyat Amerika' yang dibacakannya di Teheran, menuduh AS menggunakan isu nuklir Iran sebagai alat untuk menguasai kembali Iran dan menjadikannya koloni. Ia meminta Washington mengakui kekalahan dan mengakhiri sanksi serta blokade terhadap Iran. Di lain sisi, pemerintah AS menjatuhkan sanksi terbaru terhadap 10 individu dan entitas di Iran, Hong Kong, dan Pakistan yang diduga terlibat pengadaan senjaga dan komponennya untuk Iran, sebagai bagian dari 'Operation Economic Outcast'.

Tekanan ekonomi akibat sanksi dan blokade AS semakin terasa di berbagai sektor Iran, termasuk sektor kesehatan. Harga lebih dari 2.000 jenis obat naik drastis, bahkan hingga enam kali lipat, sementara sejumlah obat seperti obat psikiatri dan vaksin flu mengalami kelangkaan. Warga Iran, seperti Gholamreza Rahmani dari Teheran, kesulitan mencari obat untuk anaknya yang butuh empat jenis obat, salah satunya tidak tersedia. Produsen dalam negeri hanya dapat memenuhi 80 persen kebutuhan obat, sisa harus diimpor, namun blokade laut AS menghambat pengiriman melalui laut sehingga importir beralih ke jalur udara yang lebih mahal.

Meskipun tekanan terus berlanjut, jalur diplomasi tetap terbuka. Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi bertemu dengan perwakilas Qatar di Doha dan menerima tanggapan AS terhadap rencana pembangunan kepercayaan selama tujuh hari. Perbedaan utama kedua pihak berada pada urutan pelaksanaan rencana tersebut, yang bertujuan memulihkan kepercayaan dan kembali ke versi yang diperluas dari nota kesepahaman AS-Iran yang ditandatangani pada Juni 2018.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait