Trump Bikin Iran Makin Panas, Harga Minyak Tembus US$ 103 per Barel
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Harga minyak mentah dunia naik pada Rabu (30/9/2026) setelah Donald Trump membantah laporan bahwa dirinya bersedia melonggarkan sanksi terhadap Iran. Brent mencapai US$ 103,73 per barel, naik 1,11%, sementara WTI menjadi US$ 89,72, naik 0,38%. Kenaikan Brent mencapai 14% bulanan, terbesar sejak Juli 2025. Diplomasi ulang-alik antara Iran dan AS dilakukan melalui Qatar, dengan harapan terobosan kesepakatan. Trump menolak Axios yang menyebutkan keringanan sanksi sebagai imbalan langkah Iran dalam program nuklir. Arab Saudi memulihkan operasi pemuatan tanker di Laut Merah setelah serangan Pipa Timur-Barat. Ekspor minyak Timur Tengah naik menjadi 16,328 juta barel/hari, tertinggi sejak konflik Februari 2026. Persediaan minyak AS naik 1,02 juta barel pada pekan 25 September.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Warta Ekonomi · 30 September 2026 pukul 08.55
Harga Minyak Dunia Kembali Naik Usai Trump Bantah Kelonggaran Sanksi Iran
SINDOnews · 30 September 2026 pukul 11.31
Qalibaf Peringatkan Tak Ada Pihak di Kawasan yang Bisa Jual Minyak jika Iran Tidak Bisa
SINDOnews · 29 September 2026 pukul 07.33
Minyak Iran Bakal Habis dalam 2 Minggu, Menkeu AS: Mereka Tak Punya Apa-apa Lagi
Liputan6.com · 28 September 2026 pukul 14.46
Harga Minyak Dunia Melonjak Usai Trump Tolak Tawaran Damai Iran
Berita terkait
Harga Minyak Kembali di Bawah US$ 100 Usai Trump Buka Diplomasi dengan Iran
Liputan6.com · 22 September 2026 pukul 07.24
Trump Ancam Negara yang Bantu Iran, Seberapa Ampuh Sanksi AS?
Media Indonesia · 22 Agustus 2026 pukul 15.45
AS Dianggap Kehilangan Kredibilitas, Sanksi Terberat pada Iran Tak akan Berhasil
SINDOnews · 21 Agustus 2026 pukul 20.27
2 Opsi Trump untuk Iran: Membiarkan Ekonomi Terpuruk atau Menyerang
Detik.com · 12 Agustus 2026 pukul 15.58