Iran Terus Berulah, Amerika Siagakan 21 Kapal Perang di Timur Tengah
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Komando Pusat AS (CENTCOM) mengumumkan pada Selasa (28/7) bahwa lebih dari 20 kapal perang AS kini beroperasi di seluruh Timur Tengah untuk mendukung operasi militer yang sedang berlangsung, termasuk penegakan ketat blokade tembok baja terhadap Iran. Selain itu, satu kapal komersial tambahan telah diperintahkan untuk mengubah arah pelayarannya sesuai dengan blokade angkatan laut tersebut, sehingga jumlahnya menjadi 18, menurut CENTCOM yang mengumumkannya di platform X.
AS dan Iran menandatangani nota kesepahaman pada 18 Juni untuk mengupayakan berakhirnya konflik yang dimulai pada 28 Februari. Namun, militer AS kembali melancarkan serangan terhadap Iran sejak 8 Juli, dengan alasan sebagai respons terhadap tindakan Iran terhadap kapal-kapal komersial yang melintasi Selat Hormuz. Iran membalas dengan menyerang pangkalan-pangkalan AS di Timur Tengah dan menuduh AS melanggar perjanjian gencatan senjata, yang kemudian membuat mantan Presiden Trump menyatakan bahwa kesepakatan gencatan senjata tersebut tidak lagi berlaku. Laporan ini ditulis oleh M. Adil Syarif untuk JPNN.com.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNBC Indonesia · 28 Juli 2026 pukul 16.07
Rudal Kheibar Shekan Iran Jadi Sorotan, Bobol Pertahanan Udara AS
Detik.com · 31 Juli 2026 pukul 11.18
Presiden Mesir Ingatkan Eskalasi Serius Usai Serangan Drone ke Pelabuhan
CNN Indonesia · 31 Juli 2026 pukul 10.23
Harga Minyak Dunia Mengalir ke US$89,03 Berkat Ketegangan Pasar Reda
SINDOnews · 30 Juli 2026 pukul 19.11
Serangan Iran di Pangkalan Udara al-Azraq Yordania Hancurkan 3 Pesawat F-35 AS
Berita terkait
Mojtaba Bilang AS Akan Hengkang dari Timur Tengah usai Terima Pukulan Menyakitkan
SINDOnews · 29 September 2026 pukul 10.39
Presiden Iran Bilang Timur Tengah Tak Butuh AS Jadi 'Polisi Kawasan'
Detik.com · 12 September 2026 pukul 18.26
Harga Minyak Dunia Tergelincir Usai Iran Bakal Bertemu Negara Teluk
Liputan6.com · 12 September 2026 pukul 08.29
Presiden Trump Sebut AS akan Memenangkan Perang Iran, Selat Hormuz Menjadi Selat Trump
VOI · 10 September 2026 pukul 12.00