IRGC: Teknologi Canggih AS tak Mampu Lolos dari Pengawasan Iran di Selat Hormuz
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) berhasil menyita drone bawah laut canggih militer AS jenis Dive-LD di Selat Hormuz. Penemuan teknologi canggih ini menunjukkan bahwa sistem pengawasan ketat Iran berhasil menembus lapisan keamanan AS. Insiden terjadi di tengah konflik bersenjata antara AS-Israel dan Iran sejak 28 Februari 2026, dengan serangan susulan saling bertukar. Iran memperketat patroli di Selat Hormuz, sementara AS meningkatkan sanksi ekonomi. Konflik ini menyebabkan lonjapkan biaya energi AS hingga 100 miliar dolar dan harga solar rekor 5,90 dolar per galon. Harga minyak mentah Brent dan WTI naik 1,4% akibat ketegangan regional.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
SINDOnews · 9 September 2026 pukul 11.31
AS Tenggelamkan Kapal Tanker di Teluk Oman, Selat Hormuz Kembali Memanas
SINDOnews · 9 September 2026 pukul 11.05
IRGC Serang 2 Kapal AS dan 8 Kapal Tanker Minyak di Selat Hormuz
Warta Ekonomi · 8 September 2026 pukul 20.25
Tak Patuhi Trump Soal Sanksi Ekonomi Iran, China Bisa Buat AS Murka
SINDOnews · 7 September 2026 pukul 11.35
Iran Klaim Serang Kapal Nirawak Angkatan Laut AS, CENTCOM: Kebohongan Total!
Berita terkait
Perang Makin Sengit, Iran Serang Kapal Nirawak Angkatan Laut AS
SINDOnews · 7 September 2026 pukul 08.34
AS Gempur 3 Kapal Tanker di Pulau Kharg, Iran Serang Drone AS di Selat Hormuz
Detik.com · 6 September 2026 pukul 17.14
Trump Siapkan Serangan Baru, Bakal Turunkan "Bencana" ke Iran
CNBC Indonesia · 4 September 2026 pukul 21.10
Iran Lancarkan Serangan Balasan, Sasar Pangkalan AS di Kawasan
JPNN.com · 2 September 2026 pukul 20.15