Jakarta · Jumat, 4 September 2026Cari
WargaKonoha

Trump Siapkan Serangan Baru, Bakal Turunkan "Bencana" ke Iran

Amerika Serikat (AS) kembali melancarkan serangan militer terhadap target terkait Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) di sekitar perairan Selat Hormuz, sebagaimana dilaporkan CNBC Indonesia. Operasi ini dilakukan pada hari Selasa dan disertai dengan kampanye tekanan ekonomi AS yang bertujuan mencekik rezim Iran. Menteri Keuangan AS Scott Bessent menyatakan ambisinya untuk memaksa Iran kembali ke meja perundingan. Namun, Presiden Donald Trump membantah tudingan ini dan justru mengancam dengan serangan militer lebih keras jika Iran membalas. Trump menegaskan bahwa AS telah mengamankan kontrol hampir total atas Selat Hormuz dan siap meluncurkan serangan pamungkas jika diperlukan.

Serangan ini memicu krisis kemanusiaan di Iran. Menurut laporan IRNA, ledakan terjadi di Bandar Abbas, Sirik, Jask, dan Qeshm. Wakil Gubernur Provinsi Hormozgan, Ahmad Nafisi, menuduh serangan AS menghantam sebuah pesta pernikahan di desa Kuhestak yang menewaskan lima orang, termasuk seorang anak, dan melukai 68 lainnya. Komando Pusat AS membantah keras tuduhan penargetan warga sipil dan menegaskan bahwa militer AS tidak pernah menargetkan warga sipil.

Ketegangan ini juga berdampak global. Harga minyak mentah global melonjak 7 persen dalam sepekan, sementara harga rata-rata bensin reguler AS naik menjadi US$4,10 per galon dari US$3,19 tahun sebelumnya. Iran merespons dengan meluncurkan rudal balistik yang menargetkan pangkalan AS di Yordania, sebagian besar berhasil dicegat. Uni Emirat Arab juga mengklaim menembak jatuh drone Iran. Departemen Luar Negeri AS merilis peringatan perjalanan baru di Timur Tengah, mendesak warganya meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman serangan balasan.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait