ISPA Jadi Penyakit Terbanyak di Pengungsian Gempa NTT, Tercatat 3.721 Kasus
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

ISP A menjadi penyakit terbanyak di pengungsian akibat gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT), dengan 3.721 kasus tercatat hingga Minggu, 23 Agustus 2026. Data ini disampaikan Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, berdasarkan laporan dari Kementerian Kesehatan. Selain ISPA, tercatat 15 kasus gigitan hewan penyebab rabies di Kabupaten Nagekeo dan Manggarai Timur. Untuk menangani situasi ini, 11.106 tenaga kesehatan telah dikerahkan, termasuk 134 dokter, 5.306 perawat, 3.974 bidan, dan 1.647 tenaga kesehatan lainnya. Namun, masih ada kebutuhan tambahan sebanyak 133 tenaga medis, termasuk dokter umum, dokter spesialis, perawat, dan apoteker.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
kumparan · 23 Agustus 2026 pukul 20.34
BNPB Update Korban Gempa NTT: 91 Orang Meninggal, 161 Ribu Warga Mengungsi
Detik.com · 23 Agustus 2026 pukul 20.55
Zulhas Minta Gaji Kader PAN Dipotong Sebulan untuk Bantu Korban Gempa NTT
Warta Ekonomi · 23 Agustus 2026 pukul 19.51
Pengungsi Gempa NTT Tembus 161 Ribu, ISPA Capai 3.721 Kasus
CNN Indonesia · 23 Agustus 2026 pukul 18.45
Update Korban Gempa NTT: 91 Warga Meninggal Dunia, 1.286 Luka-luka
Berita terkait
Distribusi Bantuan Gempa NTT Terkendala Geografis, BNPB Kerahkan Helikopter
Media Indonesia · 22 Agustus 2026 pukul 19.22
12 Penerbangan Angkut 165,97 Ton Bantuan untuk Korban Gempa NTT
Media Indonesia · 19 Agustus 2026 pukul 18.57
Dukungan untuk Penuhi Kebutuhan Dasar Korban Gempa NTT
Media Indonesia · 18 Agustus 2026 pukul 18.44
Update Gempa Flores NTT, 68 Korban Jiwa dan 213 Orang Luka-luka
CNBC Indonesia · 17 Agustus 2026 pukul 17.50