Jakarta · Senin, 17 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Israel Geser "Garis Kuning", Warga Gaza Kembali Mengungsi

Militer Israel (IDF) memperluas kendali di Jalur Gaza dengan memindahkan penanda blok beton "garis kuning" di wilayah strategis seperti Zeitoun, Tuffah, Shejaia, Deir al-Balah, Khan Younis, dan Rafah utara. Langkah ini memicu gelombang pengungsian baru setelah ribuan warga Palestina dipaksa meninggalkan rumah mereka; garis tersebut kini berada di Jalan Salah al-Din. Pejabat Israel menyatakan penempatan garis kuning bertujuan membentuk zona keamanan untuk melindungi wilayahnya dan mengurangi kontak langsung dengan warga sipil. Perintah evakuasi disebarkan melalui SMS dan pengeras suara drone, dengan blok beton dipasang sehari setelah peringatan. Di tengah kebuntuan proposal gencatan senjata Presiden Donald Trump (Oktober 2025), Israel telah menguasai sekitar 64% wilayah Gaza per April 2026 dan menargetkan 70% pada Mei 2026. OCHA melaporkan setidaknya 30 keluarga di Zeitoun meninggalkan tenda pengungsian yang kemudian dihancurkan, sehingga hampir 2 juta penduduk tersisa di kawasan pesisir sempit di bawah kendali Hamas dengan akses bantuan yang sangat terbatas.

Berita terkait