Isu Demo Besar Agustus, Bappisus Ingatkan Bahaya Deepfake
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Kepala Bappisus Aris Marsudiyanto memperingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya atau bertindak berdasarkan informasi di media sosial terkait rencana demonstrasi besar pada Agustus 2026. Ia menekankan pentingnya memverifikasi sumber informasi sebelum mengambil kesimpulan, terutama menjelang peringatan Kemerdekaan RI. Perkembangan AI dan deepfake, kata Aris, semakin memudahkan penyebaran konten manipulatif yang dapat membentuk persepsi negatif di masyarakat.
Aris menjelaskan bahwa ruang digital rentan menjadi sarana penyebaran narasi sengaja diarahkan untuk memicu kekhawatiran atau ketegangan. Teknologi AI memungkinkan pembuatan video atau gambar palsu yang menyerupai kejadian nyata, sehingga publik harus lebih kritis menilai keabsahan informasi. Ia juga menyinggung isu terkait mal yang sempat dipagari lalu dibuka kembali, yang menunjukkan bagaimana informasi belum terverifikasi dapat memengaruhi aksi di lapangan.
Bappisus mengimbau agar situasi menjelang Agustus disikapi dengan tenang dan rasional. Kabar yang belum terbukti kebenarannya, khususnya yang berpotensi menimbulkan kepanikan atau memecah persatuan, sebaiknya tidak dijadikan dasar untuk mengambil tindakan.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 10 Agustus 2026 pukul 21.06
Bappisus Minta Warga Tak Asal Percaya Info di Medsos, Bicara AI-Deepfake
Berita terkait
Mendes Yandri Laporkan 73 Akun Medsos soal Hoaks Kopdes ke Bareskrim
CNN Indonesia · 14 Agustus 2026 pukul 06.00
Mendes Yandri Laporkan 73 Akun Medsos ke Bareskrim Polri
JPNN.com · 14 Agustus 2026 pukul 02.30
Mendes Yandri Jadi Korban Deepfake, 73 Akun Dilaporkan ke Bareskrim
Liputan6.com · 13 Agustus 2026 pukul 18.41
Jadi Korban Deepfake AI, Mendes Yandri Laporkan 73 Akun Medsos ke Bareskrim
Detik.com · 13 Agustus 2026 pukul 17.32