Sri Sultan HB X Jadi Korban Deepfake, Promosikan Investasi Bodong
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X menjadi korban deepfake yang memanipulasi wajah, gerakan bibir, dan suaranya dalam sebuah video palsu. Video tersebut dibuat dari rekaman wawancara eksklusif Kumparan pada 2018 dengan judul "Sri Sultan HB X, Menjaga Keraton di Tengah Perubahan", lalu diedit untuk menampilkan Sri Sultan seolah-olah mempromosikan skema investasi bodong. Pemda DIY melalui Kabid Informasi dan Komunikasi Publik Ditya Nanaryo Aji memastikan bahwa video tersebut adalah hoaks dan tidak pernah disetujui oleh Sri Sultan.
Ditya menyampaikan bahwa banyak orang tua di kalangan pengguna Facebook, terutama generasi boomer, gen X, dan early gen Y, masih tertipu oleh video tersebut meskipun terdapat tanda-tanda kejanggalan yang tampak jelas. Ia memperingatkan agar masyarakat lebih waspada terhadap penyalahgunaan teknologi AI yang sudah canggih seperti deepfake.
Pemda DIY belum memutuskan untuk mengajukan kasus ini ke ranah hukum, namun menegaskan bahwa langkah hukum akan diambil jika terjadi kasus serupa di masa depan yang dianggap merugikan pihak terkait.
Bagikan
Berita terkait
Isu Demo Besar Agustus, Bappisus Ingatkan Bahaya Deepfake
SINDOnews · 11 Agustus 2026 pukul 06.58
Bappisus Minta Warga Tak Asal Percaya Info di Medsos, Bicara AI-Deepfake
Detik.com · 10 Agustus 2026 pukul 21.06
Hoaks Makin Canggih di Era AI, Partai Perindo Dorong Deteksi Dini Jelang Pemilu 2029
SINDOnews · 8 September 2026 pukul 13.49
Ribuan Warga RI Ketipu AI!
CNBC Indonesia · 7 September 2026 pukul 18.55