Jadi Rujukan, Pengelolaan Gambut di Riau Bakal Direplikasi Nasional
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni berencana membentuk Badan Pengelola Gambut dan Mangrove Nasional (BPGMN) berdasarkan arahan Presiden Prabowo Subianto. Langkah ini bertujuan mengoptimalkan restorasi gambut melalui pendekatan berbasis riset. Praktik pengelolaan gambut di Desa Tanjung Leban, Bengkalis, Riau, akan dijadikan 'laboratorium hidup' dan rujukan untuk direplikasi di enam provinsi prioritas kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Keberhasilan di wilayah seluas 2.400 hektare tersebut didorong oleh kolaborasi pemerintah, peneliti, swasta, dan masyarakat melalui kelompok Masyarakat Peduli Gambut (MPG). Poin utama keberhasilannya adalah penerapan sistem tata air (water sharing) menggunakan sekat kanal untuk menjaga kelembapan gambut agar tidak mudah terbakar. Untuk menjamin keberlanjutan, diluncurkan program Eco Learning Stay dan Sekolah Restorasi Gambut sebagai sarana kaderisasi dan pembelajaran model restorasi bagi daerah lain.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
JawaPos · 30 September 2026 pukul 22.00
BPGMN Bakal Dibentuk, Prabowo Ajak Para Pakar Mengelola Gambut Nasional
JawaPos · 30 September 2026 pukul 20.15
Kejagung Terima 172 SPDP Kasus Pidana Karhutla Sejak Januari-September 2026
ANTARA News · 30 September 2026 pukul 17.24
Menhut: Presiden dengarkan masukan akademisi soal pengelolaan gambut
JawaPos · 30 September 2026 pukul 14.15
Kejagung Terima 172 SPDP Kasus Pidana Karhutla Sejak Januari-September 2026
Berita terkait
Rumah Runding Restorasi di Riau Jadi Living Laboratory Gambut
Detik.com · 30 September 2026 pukul 12.36
Prabowo Bentuk Badan Pengelolaan Gambut dan Mangrove untuk Cegah Karhutla
kumparan · 25 September 2026 pukul 07.30
Kepala BRIN: Presiden Tekankan Pencegahan Karhutla Berbasis Desa
Detik.com · 24 September 2026 pukul 22.51
Mendiktisaintek: Pembentukan BPGMN untuk Minimalisir Anggaran Pemadaman Karhutla
kumparan · 24 September 2026 pukul 22.30