Jakarta Bidik Operasional 10.000 Bus Elektrik pada 2030
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo menargetkan 10.000 bus elektrik beroperasi di Jakarta pada 2030, naik dari sekitar 500 unit saat ini. Langkah ini dilakukan untuk menekan emisi karbon dan polusi udara. Target ini akan tercapai dalam kurun waktu empat tahun ke depan. Pemerintah juga berencana mengintegrasikan bus bertenaga hidrogen dan teknologi hibrida ke dalam sistem transportasi publik. Pramono mengajak kolaborasi dengan berbagai pihak untuk mencapai lingkungan yang lebih bersih. Transisi ke bus listrik juga memberikan keuntungan ekonomi. Berdasarkan data TransJakarta, satu unit bus listrik dapat menghemat subsidi BBM hingga Rp302 juta per tahun. Dalam jangka panjang, penghematan biaya operasional selama 5,5 tahun per unit mencapai Rp3,9 miliar, setara dengan harga satu unit bus listrik baru ukuran 12 meter. Penghematan ini dihitung dari selisih harga solar subsidi dengan BBM komersial dan keunggulan operasional bus listrik dibandingkan bus berbahan bakar minyak.
Bagikan
Berita terkait
BMKG Ungkap Waktu Musim Hujan Dimulai
Liputan6.com · 20 Agustus 2026 pukul 17.39
42 Juta Penduduk Jabodetabek Butuh Integrasi Transportasi Lintas Wilayah
Media Indonesia · 20 Agustus 2026 pukul 16.53
Pramono Sebut Pengendalian Polusi Udara tak Cukup Revisi Perda
Media Indonesia · 20 Agustus 2026 pukul 16.44
Video: Listrik Panas Bumi RI Digeber, Laba Bersih PGE Tumbuh 15,48%
CNBC Indonesia · 20 Agustus 2026 pukul 16.26