Jakarta · Kamis, 20 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

42 Juta Penduduk Jabodetabek Butuh Integrasi Transportasi Lintas Wilayah

Jabodetabek dengan populasi sekitar 42 juta jiwa pada 2025 membutuhkan sistem transportasi publik yang terintegrasi lintas wilayah. Direktur ITDP Indonesia, Gonggomtua E Sitanggang, menekankan bahwa pengembangan transportasi publik di Jakarta harus melibatkan wilayah penyangga (Bodetabek), mengingat sekitar 1,5 juta perjalanan komuter berasal dari Bodetabek menuju Jakarta berdasarkan Statistik Komuter Jabodetabek 2023. Jakarta menargetkan mode share transportasi publik mencapai 55% pada 2045, yang perlu diikuti oleh wilayah sekitarnya agar mencapai target tersebut secara efektif.

Pemerintah dan ahli mengusulkan lima langkah untuk mengendalikan polusi udara di Jabodetabek, termasuk pembentukan tata kelola pengendalian polusi lintas wilayah, penguatan pengendalian emisi melalui kendaraan rendah emisi, penggunaan BBM rendah sulfur, serta pemantauan kualitas udara yang transparan. Paparan PM2.5 yang tinggi di Jakarta, yang pernah mencapai AQI 162 hingga 181, berisiko serius bagi kesehatan, terutama bagi anak-anak, ibu hamil, lansia, dan masyarakat dengan kondisi kesehatan tertentu. Studi ITB juga menunjukkan bahwa truk dan kendaraan diesel menyumbang 34,96% emisi PM2.5 di Jakarta.

Upaya integrasi transportasi dan pengendalian polusi udara dianggap penting untuk meningkatkan kualitas hidup dan kesehatan masyarakat Jabodetabek. Pemerintah diharapkan menerjemahkan temuan riset menjadi target penurunan emisi yang konkret dan membagi tanggung jawab secara jelas antar wilayah dan sektor.

Peristiwa ini diliput 2 media — baca rangkuman gabungannya

Diberitakan juga oleh


Berita terkait