Jalur Siluman Selat Hormuz: Rahasia Ekspor 4 Juta Barel Minyak di Tengah Perang Iran
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Di tengah ketegangan perang di Selat Hormuz, sebuah jaringan ekspor gelap berskala besar berhasil mengalirkan lebih dari 4 juta barel minyak per hari (bpd). Jaringan ini didukung oleh sekitar 150 kapal tanker siluman yang beroperasi di perairan Oman, dikendorkan oleh Uni Emirat Arab, Irak, Kuwait, dan Qatar. Kapal-kapal ini mematikan sistem pelacak (AIS) dan lampu navigasi, lalu melakukan transfer muatan ship-to-ship (STS) ke kapal besar di luar Selat Hormuz untuk menghindari deteksi.
Taktik ini mencegah lonjakan harga minyak mentah hingga tiga digit dan membuktikan prediksi Menteri Keuangan AS Scott Bessent bahwa Selat Hormuz berpotensi menjadi tidak relevan. Sebelum konflik, hampir 20 juta bpd minyak dan produk olahan melewati Selat Hormuz. Jalur ekspor siluman yang beroperasi sejak Mei kini menjadi penopang utama pasokan global setelah jalur komersial normal terhambat.
Jaringan ini menunjukkan kemampuan produsen Teluk menjaga aliran energi global tetap stabil meski dalam kondisi konflik terbuka. Operasi ini juga memperkuat posisi empat negara produsen tersebut sebagai pemain kunci dalam pasokan energi global.
Bagikan
Berita terkait
Harga Minyak Sentuh US$84,32, Selat Hormuz Masih Jadi Isu
CNBC Indonesia · 10 Agustus 2026 pukul 10.50
Trump Nyatakan Selat Hormuz Wilayah AS, Iran Balas Klaim California
SINDOnews · 20 Agustus 2026 pukul 08.30
Harga Minyak Tembus US$ 91, Ketegangan Timur Tengah Memanas
Liputan6.com · 20 Agustus 2026 pukul 07.40
Trump Umumkan Operasi Ekonomi Sasar Iran, Ancam Sanksi ke Negara Pendukung
Detik.com · 20 Agustus 2026 pukul 07.24