Jakarta · Senin, 17 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Jangankan Gus Dur, Kiai Idham Chalid pun Tidak...

KH Yahya Cholil Staquf terpilih sebagai Ketua Umum PBNU pada Muktamar ke-34 di Lampung tahun 2021. Sebagai figur muda dan artikulatif, ia menjanjikan pembaharuan dengan slogan 'Merawat Jagat, Membangun Peradaban' dan berkomitmen membumikan pemikiran Gus Dur, yang awalnya menimbulkan optimisme besar di kalangan jam'iyah Nahdlatul Ulama.

Setelah lima tahun memimpin, janji-janji itu dinilai belum terealisasi. Narasi PBNU justru terantuk pada turbulensi politik yang tidak produktif, sehingga visi peradaban menjadi kabur. Kepemimpinan Gus Yahya kian disorot menjelang Muktamar ke-35 NU di Jombang, dengan alarm evaluasi yang makin nyaring.

Dalam forum National Leadership Academy (NLA) Lecture Series #1 di Bandung, para pakar membahas jejak keteladanan pemimpin NU. Prof Burhanuddin Muhtadi merumuskan kritik bahwa PBNU saat ini 'Too much Idham Chalid, no Gus Dur,' artinya terlalu sarat kalkulasi politik pragmatis ala KH Idham Chalid, namun kehilangan jiwa intelektual organik, daya kritis, dan keberanian moral yang menjadi warisan Gus Dur.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait