Jangankan Gus Dur, Kiai Idham Chalid pun Tidak...
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

KH Yahya Cholil Staquf terpilih sebagai Ketua Umum PBNU pada Muktamar ke-34 di Lampung tahun 2021. Sebagai figur muda dan artikulatif, ia menjanjikan pembaharuan dengan slogan 'Merawat Jagat, Membangun Peradaban' dan berkomitmen membumikan pemikiran Gus Dur, yang awalnya menimbulkan optimisme besar di kalangan jam'iyah Nahdlatul Ulama.
Setelah lima tahun memimpin, janji-janji itu dinilai belum terealisasi. Narasi PBNU justru terantuk pada turbulensi politik yang tidak produktif, sehingga visi peradaban menjadi kabur. Kepemimpinan Gus Yahya kian disorot menjelang Muktamar ke-35 NU di Jombang, dengan alarm evaluasi yang makin nyaring.
Dalam forum National Leadership Academy (NLA) Lecture Series #1 di Bandung, para pakar membahas jejak keteladanan pemimpin NU. Prof Burhanuddin Muhtadi merumuskan kritik bahwa PBNU saat ini 'Too much Idham Chalid, no Gus Dur,' artinya terlalu sarat kalkulasi politik pragmatis ala KH Idham Chalid, namun kehilangan jiwa intelektual organik, daya kritis, dan keberanian moral yang menjadi warisan Gus Dur.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
JPNN.com · 2 Agustus 2026 pukul 15.36
Muktamar NU Harus Lahirkan Ketua Umum yang Berintegritas
Berita terkait
Jelang Muktamar ke-35 NU, Desakan Kepemimpinan Independen dan Berintegritas Menguat
SINDOnews · 12 Agustus 2026 pukul 17.53
Ahok Ceritakan Alasan Terjun ke Politik, 'Orang Kaya Tidak Akan Pernah Bisa Lawan Pejabat'
Warta Ekonomi · 17 Agustus 2026 pukul 09.00
Semestinya NU Pilih Ketum Lewat AHWA, Pemilihan Langsung Berpotensi Timbulkan Friksi
JPNN.com · 16 Agustus 2026 pukul 19.19
Presiden Ini Memerintah Sejak 1984, Mendadak "Hilang" Tak Berjejak
CNBC Indonesia · 15 Agustus 2026 pukul 21.45