NU Baru: Di Antara Agama, Umat, dan Kekuasaan
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Muktamar NU ke-35 di Jombang pada 27-31 Agustus 3026 memilih KH Miftachul Akhyar sebagai Rais Aam dan KH Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin) sebagai Ketua Umum PBNU periode 2026-2031. Proses pemilihan awal menghasilkan lima nama teratas: Gus Kikin (472 suara), Zulfa Mustofa (262), Abdussalam Sochib (261), Yahya Cholil Staquf (258), dan Abdul Ghaffar Rozin (155). Keputusan final diserahkan kepada Ahlul Halli wal 'Aqdi (AHWA) yang secara mufakat memilih Gus Kikin. NU menekankan bahwa organisasi bukan partai politik dan harus menjaga independensi moralnya. Tantangan kepemimpinan baru adalah menjaga keseimbangan antara agama, umat, dan kekuasaan tanpa terlalu terlibat politik.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 3 September 2026 pukul 17.58
Gus Ipul Tegaskan Hasil Muktamar Ke-35 NU Sah dan Transparan
CNN Indonesia · 4 September 2026 pukul 00.00
Gus Ipul Sebut Muktamar NU Berjalan Tertib, Tidak Ada Peserta Susupan
kumparan · 3 September 2026 pukul 19.33
Gus Ipul Sebut Muktamar ke-35 NU Berjalan Tertib: Tak Ada Peserta Susupan
Media Indonesia · 3 September 2026 pukul 18.24
Gus Ipul Tegaskan Muktamar ke-35 NU Bukan Urusan Sentimen PMII dan HMI
Berita terkait
Sambut Abad ke-2 NU dengan Optimisme, Gus Hayid Luncurkan Buku 3 Jilid
JPNN.com · 26 Agustus 2026 pukul 06.35
Jelang Muktamar ke-35 NU, Desakan Kepemimpinan Independen dan Berintegritas Menguat
SINDOnews · 12 Agustus 2026 pukul 17.53
Isu Duet Gus Kikin dan Kiai Miftachul Akhyar Paket Istana, Gus Ipul: Tak Ada Intervensi Muktamar NU
SINDOnews · 31 Agustus 2026 pukul 20.39
Muzani Gerindra Tepis Isu Paket Istana di Muktamar Nahdlatul Ulama
JPNN.com · 31 Agustus 2026 pukul 19.38