Muktamar NU Harus Lahirkan Ketua Umum yang Berintegritas
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) dijadwalkan pada 27-31 Agustus 2026 di Jombang, Jawa Timur, dengan tujuan memilih ketua umum Pengurus Besar NU yang berintegritas. NU dianggap bukan hanya organisasi keagamaan, tetapi kekuatan sosial besar yang mempengaruhi kehidupan umat, kebangsaan, dan kemanusiaan.
Tokoh muda NU, Hatim Gazali, menyarankan sembilan kriteria untuk ketua umum mendatang, meliputi kemampuan mempersatukan organisasi, akar kuat di pesantren, pengalaman panjang dari tingkat ranting hingga pusat, wawasan nasional-global, independensi dari partai politik atau jabatan politik, serta komitmen menjadikan NU sebagai kekuatan masyarakat sipil yang kritis dan konstruktif. Kriteria lain mencakup keberpihakan pada kelompok lemah, pelestarian tradisi pesantren sekaligus modernisasi, dan kapasitas keulamaan, kemampuan organisasi, integritas, serta rekam jejak teruji.
Diharapkan, Muktamar ini menghasilkan pemimpin yang memenuhi kriteria tersebut untuk menjaga marwah NU, memperkuat pelayanan warga, dan meningkatkan kontribusi dalam menangani persoalan bangsa dan tantangan global, bukan sekadar figur dengan dukungan politik terbesar.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
SINDOnews · 2 Agustus 2026 pukul 21.38
Jangankan Gus Dur, Kiai Idham Chalid pun Tidak...
Berita terkait
Semestinya NU Pilih Ketum Lewat AHWA, Pemilihan Langsung Berpotensi Timbulkan Friksi
JPNN.com · 16 Agustus 2026 pukul 19.19
Jelang Muktamar ke-35 NU, Desakan Kepemimpinan Independen dan Berintegritas Menguat
SINDOnews · 12 Agustus 2026 pukul 17.53
Presiden dijadwalkan buka Muktamar ke-35 NU di Jombang
ANTARA News · 10 Agustus 2026 pukul 20.00
Gus Ipul Cek Langsung Kesiapan Tambakberas Sambut Peserta Muktamar NU
Detik.com · 10 Agustus 2026 pukul 13.14