Jangka Panjang, Pemerintah Akan Perkuat Eksplorasi dan Riset LTJ
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pemerintah akan memperkuat eksplorasi basis data sumber daya dan riset sebagai strategi jangka panjang pengelolaan Logam Tanah Jarang (LTJ). Hal ini disampaikan Kantor Staf Presiden (KSP) di Jakarta, Senin (3/8/2026). Upaya mencakup peningkatan kapasitas tenaga ahli, pengelolaan dampak lingkungan, dan investasi teknologi pemisahan serta pemurnian. Kepala Staf Kepresidenan Dudung Abdurachman menekankan penguasaan teknologi industri hilir penting agar Indonesia dapat membangun rantai industri di dalam negeri. Kedaulatan riset dan data menjadi kunci untuk menangkap nilai tambah komoditas LTJ secara berkelanjutan. Pengembangan teknologi diharapkan menjawab tantangan pemisahan mineral ikutan yang terkandung dalam produk pertambangan seperti nikel, timah, dan tembaga. Dengan teknologi mumpuni, Indonesia tidak lagi bergantung pada ekspor bahan mentah, tetapi mampu mengolahnya menjadi produk turunan secara mandiri. Dudung menegaskan KSP akan mengawal koordinasi lintas kementerian dan lembaga untuk menjaga keseimbangan antara kepastian hukum dan pengawasan. Sambil menyiapkan strategi jangka panjang, pemerintah memastikan koordinasi lintas kementerian berjalan untuk memberi kepastian hukum bagi pelaku usaha. Harmonisasi regulasi dipercepat guna menetapkan parameter teknis dan metode pengujian laboratorium yang dapat dipertanggungjawabkan dalam proses ekspor mineral. Pengawasan dan penegakan hukum tetap berjalan.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 4 Agustus 2026 pukul 07.25
KSP & Bahlil Buka Suara soal Ekspor 'Harta Karun' RI
Berita terkait
Kemenperin Siapkan Reimbursement Hingga Rp1 Miliar untuk Industri Agro Ganti Mesin Pabrik
JawaPos · 21 September 2026 pukul 16.15
Bill Gates Tiba-Tiba Ajak Seluruh Manusia Bersatu Lawan Alien
CNBC Indonesia · 18 September 2026 pukul 09.25
TechnoArt 2026 Diseminasi 39 Riset Desain, Teknologi, dan AI
Media Indonesia · 16 September 2026 pukul 17.26
RI Sulit Garap "Harta Karun" Langka, Negara Lain Kunci Teknologinya
CNBC Indonesia · 14 September 2026 pukul 14.35