Jarang-jarang Kunker ke Mesir, Xi Jinping Bicara Nasib Timur Tengah
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Presiden China Xi Jinping melakukan kunjungan kenegaraan ke Mesir pada 1-2 September 2026, yang merupakan kunjungan pertamanya ke negara tersebut dalam 10 tahun terakhir. Kunjungan ini dilakukan di tengah ketegangan di Timur Tengah, khususnya terkait konflik AS-Iran di Selat Hormuz. Xi disambut oleh Presiden Mesir Abdel Fattah el Sisi dengan penghormatan tembakan meriam 21 kali di Istana Kepresidenan Ittihadiya, Kairo. Dalam pertemuan tingkat tinggi, Xi menekankan pentingnya negara-negara Timur Tengah menjadi penentu nasib sendiri dan menolak campur tangan pihak luar. Xi mendukung pembangunan arsitektur keamanan baru untuk kawasan tersebut dan menyerukan solusi komprehensif serta keamanan bersama. Isu Palestina, menurut Xi, tetap menjadi inti dari persoalan Timur Tengah dan tidak boleh diabaikan. Xi juga mendukung peran efektif PBB di kawasan tersebut dan mendesak kekuatan luar untuk meninggalkan standar ganda. Di tengah ketegangan di Selat Hormuz, Xi menyatakan China siap bekerja sama dengan negara-negara Timur Tengah untuk menjaga keamanan jalur pelayaran internasional. Kedua pemimpin juga menyerukan solusi diplomatik untuk mengakhiri perang dan membahas penguatan kerja sama bilateral, termasuk dalam bidang energi hijau, kendaraan listrik, dan teknologi pertanian modern.
Bagikan
Berita terkait
Usai Serang Iran, AS Imbau Warganya di Timur Tengah Waspada
Detik.com · 2 September 2026 pukul 15.45
AS akan Pulihkan Jumlah Staf Diplomatik di Kedutaan-kedutaan Besar di Timur Tengah
SINDOnews · 26 Agustus 2026 pukul 10.26
Mesir & AS Desak Pelaksanaan Kesepakatan Gencatan Senjata di Gaza
JPNN.com · 17 Agustus 2026 pukul 09.45
Bersiap Mengebom Iran Besar-besaran, AS Desak Warganya Tinggalkan Timur Tengah
SINDOnews · 2 Agustus 2026 pukul 07.58